Updatekini. Com, Palembang -Dalam memaknai hari Pahlawan M Sholatudin menjelaskan, hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November merupakan salah satu catatan sejarah Bangsa Indonesia yang sangat penting untuk diperingati dan diceritakan kembali kepada setiap generasi muda supaya nilai-nilai perjuangan kebangsaan dapat terus hidup dalam sanubari anak Bangsa.
“Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun ini juga merupakan momen untuk merefleksikan kembali atau mengingat terjadinya peristiwa pertempuran dan perjuangan para pahlawan di Surabaya dalam melawan tentara Inggris – Belanda (NICA) pada tahun 1945 lalu, “jelasnya Kamis (6/11/2025).
Ia berkata, saat Bung Tomo beserta pejuang lainnya dalam perjuangan meraih serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk mengusir penjajah tidaklah mudah. Banyak pengorbanan yang telah dicurahkan oleh para Pahlawan kita tersebut.
Setelah pertempuran Surabaya berakhir, lalu datang Agresi Militer I Belanda tahun 1947.Agresi Militer I Belanda ini sejatinya ingin kembali menjajah Indonesia, tetapi mendapatkan perlawanan sengit dari Bangsa Indonesia. Mulai dari Tokoh-Tokoh Bangsa, Tentara Rakyat, kaum ulama, rakyat biasa hingga pelajar ikut berjuang melawan, mengusir Belanda.
Lebih jauh ia menjelaskan, dalam catatan sejarah Bangsa Indonesia, bagaimana kisah para kaum muda atau pelajar yang ikut serta berjuang melawan Belanda dapat kita jadikan acuan untuk generasi muda masa kini dalam meneladani serta belajar dari pengalaman para pahlawan terdahulu.
“Kisah pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dalam melawan Belanda jadi salah satu bukti bahwa kaum muda pelajar dan perjuangan rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan tidak dapat terpisahkan.” Ungkapnya.
Lebih jauh ia berkata, pembentukan TRIP bermula pada tanggal 22 September 1945 dimana Barisan Keamanan Rakyat Pelajar (BKR-P) didirikan di Surabaya oleh Soengkono. BKR-P terdiri dari para pelajar berusia 12 hingga 20 tahun yang ingin berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
BKR-P berubah menjadi Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) pada Januari 1946. Dan Kota Malang dijadikan pusat markas TRIP di Jawa Timur.
Kisah Perlawanan Pahlawan TRIP Melawan Penjajah Belanda. Agresi Militer Belanda I yang dimulai pada tahun 1947. TRIP berjuang dengan cara gerilya di kota Surabaya dan Malang dalam mempertahankan kemerdekaan di berbagai wilayah.
Pasukan TRIP berjuang dengan cara gerilya, berjalan kaki melintasi hutan, desa, hingga jalan aspal dengan membawa senjata di bahu, bahkan terkadang harus mendorong meriam sambil bergerak senyap untuk menggempur dan menghilang.
Dalam perjuangannya, para pejuang TRIP yang mayoritas pelajar banyak yang gugur.
Meski hanya dilengkapi dengan persenjataan sederhana, para anak muda tersebut punya semangat dan tekad kuat untuk mempertahankan tanah air.
Banyak kisah-kisah heroik dari pasukan tentara pelajar ini diabadikan menjadi nama jalan hingga dibuatkan monumen khusus. Semangat Perjuangan TRIP ini menjadi simbol semangat kebangsaan para pelajar terdahulu.
Setelah era kemerdekaan, kini, para mantan pejuang TRIP khususnya TRIP Jawa Timur pimpinan Mas Isman mendirikan koperasi dengan keanggotaan para anggota TRIP Jawa Timur yang ada. Koperasi yang dibentuk untuk membangun fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, dan fasilitas kesehatan masyarakat agar bisa berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan.
– TRIP Jawa Timur Dan Kosgoro
Setelah era kemerdekaan, tahun 1957
pejuang TRIP Jawa Timur pimpinan Mas Isman mendirikan Kosgoro. KOSGORO didirikan pada 10 Nopember 1957, di Jakarta oleh Pejuang Kemerdekaan yang tergabung dalam TRIP JAWA TIMUR. Kosgoro singkatan dari Koperasi Serbausaha Gotong Royong.
KOSGORO merupakan Pengabdian untuk kemerdekaan bangsa dan mengangkat derajat bangsa yang pernah terjajah.
Dengan demikian maka para pemuda yang berjuang dalam TRIP dapat melanjutkan perjuangannya untuk mengisi kemerdekaan Bangsa dengan tujuan mensejahterahkan rakyat lewat program Kosgoro.
– Makna Perjuangan Kaum Muda Untuk Generasi Masa Kini
Mulai dari TRIP ke Kosgoro adalah salah satu bukti nyata dari perjuangan tanpa henti kaum pelajar dari penjajahan Belanda hingga ke jaman merdeka hingga sekarang ini. Banyak yang sudah dibuat oleh Kosgoro untuk Bangsa. Dari melahirkan Tokoh-Tokoh Nasional sampai mendirikan berbagai unit sosial, kesehatan dan pendidikan.
Belajar dari sejarah perjuangan kaum muda pelajar Indonesia yang gigi melawan Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia itu adalah suatu keharusan untuk generasi masa kini.
Peringatan Hari Pahlawan ini agar kaum muda masa kini menanamkan nilai luhur kepahlawanan dan dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Serta meningkatkan semangat nasionalisme dalam dirinya akan cinta pada bangsa dan negara Indonesia.
Selain itu generasi muda harus ikut dalam pembangunan Bangsa sesuai dengan potensi dan profesi masing-masing. Bangun kebersamaan dalam bidang sosial, masyarakat. Ciptakan inovasi dan lapangan pekerjaan. Bergotong royong membantu yang lemah.
“Mari, jadikan Hari Pahlawan sebagai penyemangat dalam memerangi kemiskinan dan kobodohan untuk menuju masa depan Bangsa yang lebih baik,” Harapnya. (adi)
















