Palembang, UpdateKini – Sejarah air mineral kemasan pertama kali tercatat pada akhir abad ke-18 di Eropa. Pada tahun 1767, ilmuwan Inggris Joseph Priestley menemukan metode membuat air berkarbonasi buatan. Penemuan ini kemudian disempurnakan oleh Tobern Bergman di Swedia pada 1772.
Tahun 1783 menjadi tonggak sejarah ketika Johann Jacob Schweppe mendirikan perusahaan Schweppes di Jenewa, yang memproduksi air mineral berkarbonasi dalam botol kaca. Inilah salah satu pelopor air mineral kemasan pertama di dunia.
Perkembangan Air Mineral Kemasan Modern
Menjelang akhir 1800-an, merek-merek seperti Evian di Prancis dan Apollinaris di Jerman mulai memasarkan air mineral alami dari sumber mata air dalam kemasan botol kaca. Popularitasnya meningkat pesat di kalangan masyarakat Eropa karena dianggap sehat dan higienis.
Revolusi Botol Plastik (PET)
Memasuki tahun 1970-an, industri air mineral kemasan mengalami revolusi besar dengan hadirnya botol plastik (PET). Bahan ini lebih ringan, praktis, dan aman dibawa ke mana saja. Evian dan Perrier menjadi pelopor dalam memasarkan air mineral kemasan modern dengan botol plastik.
Pelopor Air Mineral Kemasan di Indonesia
Di Indonesia, sejarah air mineral kemasan dimulai pada 1973 dengan lahirnya merek Aqua. Produk ini menjadi pelopor air mineral dalam botol plastik di Tanah Air. Serta memperkenalkan konsep air minum bersih dan higienis yang praktis dikonsumsi.
Kehadiran Aqua tidak hanya mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia, tetapi juga memicu perkembangan industri air minum dalam kemasan yang kini diisi oleh banyak merek lokal maupun internasional.
Air Mineral Kemasan di Era Modern
Kini, air mineral kemasan hadir dalam berbagai ukuran dan desain, memenuhi kebutuhan masyarakat modern yang mengutamakan kesehatan, higienitas, dan kepraktisan. Dari penemuan di laboratorium Eropa hingga kesuksesan di pasar Indonesia, sejarah air mineral kemasan menunjukkan bahwa kebutuhan akan air bersih selalu relevan sepanjang masa.
















