Palembang,UpdateKini – Kekurangan ruang belajar di sejumlah sekolah dasar di Palembang kembali mencuat dalam reses anggota DPRD Kota Palembang Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Sako, Kalidoni, dan Sematang Borang.
Masalah ini dianggap mendesak karena berdampak langsung pada kualitas pendidikan anak-anak. Bahkan, ada sekolah yang terpaksa membagi jam belajar hingga empat kali dalam sehari.
Kepala SDN 103 Palembang, Rosalina, mengungkapkan bahwa sekolahnya menampung 600 siswa dengan 18 rombel, namun hanya memiliki lima ruang kelas. Kondisi ini membuat pihak sekolah harus membagi kegiatan belajar menjadi empat shift.
“Anak-anak hanya bisa belajar sekitar dua jam per hari. Padahal lahan sekolah masih memungkinkan untuk penambahan ruang kelas. Proposal sudah kami ajukan, semoga melalui reses ini kebutuhan ruang kelas baru segera terealisasi,” ujarnya.
Situasi serupa terjadi di SDN 248 Palembang. Dengan 970 siswa dan 28 rombel, sekolah tersebut hanya memiliki 10 ruang kelas, sehingga terpaksa menjalankan tiga shift belajar. Kepala sekolah, Zulherman, berharap agar DPRD dapat memperjuangkan penambahan ruang kelas.
“Dengan kondisi sekarang, jam belajar sangat terbatas. Kami butuh tambahan ruang kelas untuk menunjang mutu pendidikan,” katanya.
Sekretaris Dapil IV, Peby Anggi Pratama, SH., M.Kn, menegaskan DPRD Palembang akan memprioritaskan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan, terutama terkait pembangunan ruang kelas baru.
“Mayoritas aspirasi yang masuk adalah kebutuhan ruang kelas baru. Ini bukan sekadar infrastruktur, tapi investasi masa depan untuk kualitas generasi muda Palembang,” tegas Peby.
Senada, Ketua Dapil IV DPRD Kota Palembang, Ruspanda Karibullah, ST, yang menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD lintas fraksi berkomitmen menjadikan isu pendidikan sebagai prioritas utama.
“Kalau anak-anak kita hanya bisa belajar dua jam sehari, kualitas SDM ke depan bisa tertinggal. Karena itu, aspirasi pendidikan akan kami dorong masuk dalam pembahasan anggaran bersama Pemerintah Kota,” ujar Ruspanda.
Reses yang digelar di Kantor Camat Sako ini juga dihadiri para anggota DPRD Palembang Dapil IV lintas fraksi, unsur OPD terkait, Forkopimda kecamatan, kepala sekolah, LPMK, hingga perwakilan Koperasi Merah Putih.
Selain pendidikan, aspirasi lain yang muncul adalah perbaikan fasilitas kesehatan di puskesmas dan posyandu serta dukungan terhadap koperasi agar bisa lebih berdaya. Namun, masalah krisis ruang kelas menjadi sorotan utama karena menyangkut langsung masa depan anak-anak Palembang.
















