Scroll untuk baca artikel
Pagaralam

Target Wako Pagar Alam 2026 Satu OPD Satu Inovasi

×

Target Wako Pagar Alam 2026 Satu OPD Satu Inovasi

Sebarkan artikel ini

Updatekini.com Pagar Alam -Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pagar Alam, Zaily Oktosab Fitri Abidin, memimpin Rapat Koordinasi Penguatan dan Percepatan Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), di ruang rapat Besemah I, Selasa 23 Desember 2025.

Rapat itu bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Sekda dalam arahannya menargetkan mulai tahun 2026 setiap OPD di Pemkot Pagar Alam wajib menghasilkan minimal satu inovasi setiap tahunnya.

” Target ini merupakan instruksi langsung Wali Kota terkait penguatan budaya inovasi di lingkungan Pemkot Pagar Alam,” ucapnya.

Bahkan, apabila memungkinkan, OPD didorong untuk menciptakan lebih dari satu inovasi. Seluruh inovasi tersebut nantinya akan dilombakan dan ditampilkan dalam Festival Inovasi Daerah yang akan digelar pada 2026 mendatang.

“Festival ini akan melibatkan tim penilai yang kompeten. Kami berencana mengajak para ahli, baik dari kementerian maupun dari tingkat provinsi, untuk menilai inovasi-inovasi yang ditampilkan,” ujarnya.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya meningkatkan kembali nilai Indeks Inovasi Daerah Kota Pagar Alam yang sempat mengalami penurunan pada tahun 2023 dan 2024. Oleh karena itu, Pemkot Pagar Alam menargetkan pada tahun 2026, Kota Pagar Alam dapat kembali masuk dalam kategori “Sangat Inovatif.”

Saat ini, jumlah inovasi yang tercatat secara resmi baru mencapai 16 inovasi. Oleh karena itu, Sekda mendorong seluruh OPD untuk meningkatkan kolaborasi lintas perangkat daerah. Salah satu contohnya adalah inovasi Ringkas milik rumah sakit yang hanya dapat berjalan optimal melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Kolaborasi antar-OPD sangat penting. Jika inovasi yang ada belum berjalan optimal, silakan dikembangkan atau menciptakan inovasi baru yang lebih memungkinkan untuk diterapkan,” pungkasnya.(*)