Ogan Ilir, UpdateKini – Pemerataan listrik di Sumatera Selatan terus menunjukkan progres. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) bersama anggota DPR RI meninjau langsung pembangunan jaringan listrik di Desa Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (28/2/2026).
Hingga akhir Februari, pembangunan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) telah mencapai 4,63 kilometer dan menjangkau lima dusun. Di Dusun 1A dan Dusun 4, jaringan rampung 100 persen. Sementara di Dusun 5 dan Dusun 6, progres penanaman tiang sekitar 50 persen. Pekerjaan di Dusun 1B dijadwalkan mulai pekan kedua Maret 2026.
Peninjauan dilakukan General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, bersama Anggota DPR RI Komisi XII Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II, Dewi Yustisiana. Keduanya berdialog dengan perangkat desa dan warga untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Dewi menegaskan listrik merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik desa. “Akses listrik yang merata akan mendorong aktivitas masyarakat lebih produktif,” ujarnya.
Desa Pulau Semambu dihuni sekitar 2.150 jiwa, mayoritas petani karet dan kelapa sawit. Infrastruktur listrik dinilai krusial untuk menunjang kegiatan rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai tambah usaha warga.
Sekretaris Desa Pulau Semambu, Jhon Kuripan, menyampaikan apresiasi atas realisasi pembangunan tersebut. Menurutnya, listrik telah lama dinantikan warga. “Kami berharap seluruh dusun segera teraliri listrik agar aktivitas sehari-hari lebih optimal,” katanya.
Adhi Herlambang menegaskan pembangunan ini bagian dari komitmen PLN menghadirkan listrik hingga ke pelosok. Ia mengakui terdapat tantangan, mulai dari perizinan hingga akses dan kondisi geografis. Namun, koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan agar proyek selesai tepat waktu.
“Harapannya, jaringan yang dibangun segera memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Adhi.
PLN UID S2JB menargetkan perluasan jaringan ini tak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha kecil, memperkuat kegiatan belajar anak di rumah, dan menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan. (*)
















