Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Swarnadwipa Genjot Investasi dan Join Operasi, Siapkan “New Swarnadwipa”

×

Swarnadwipa Genjot Investasi dan Join Operasi, Siapkan “New Swarnadwipa”

Sebarkan artikel ini

Update Kini, Palembang – PT Swarnadwipa terus melakukan pembenahan dan pengembangan bisnis untuk memperkuat kinerja perusahaan sekaligus mendorong kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Sejumlah langkah strategis mulai disiapkan, mulai dari penjajakan kerja sama investasi dan join operation (JO), pembangunan tower baru di kawasan Jalan Tasik, optimalisasi aset properti, pengembangan kawasan Asrama Haji, hingga mendorong Sumatera Selatan menjadi embarkasi haji bagi wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Hal tersebut disampaikan Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Swarnadwipa dalam konferensi pers yang memaparkan perkembangan serta berbagai langkah strategis perusahaan ke depan.

Komisaris Utama Swarnadwipa mengatakan, jajaran Dewan Komisaris terus melakukan pengawasan terhadap proses pembenahan perusahaan. Pengawasan tersebut diarahkan untuk memastikan berbagai peluang kerja sama dengan pihak lain dapat diwujudkan, baik dalam bentuk investasi maupun join operation.

“Kita telah melakukan pengawasan terhadap proses perbaikan yang dilakukan di Swarnadwipa dengan melakukan pengarahan dalam upaya untuk melakukan kerja sama dengan pihak lain, baik dalam bentuk investasi dan join operasi,” ujarnya.

Dorong Swarnadwipa Jadi BUMD Penyumbang PAD

Direktur Utama Swarnadwipa menjelaskan, berbagai pembenahan dilakukan dengan satu tujuan utama, yakni membawa perusahaan menjadi BUMD yang sehat, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi PAD Sumatera Selatan.

“Ada beberapa upaya yang kami lakukan untuk perbaikan Swarnadwipa agar menjadi BUMD yang dapat memberikan PAD untuk pemerintah Sumsel,” katanya.
Menurutnya, optimalisasi aset dan pencarian mitra strategis menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi bisnis perusahaan.

Gandeng HIPMI Syariah Kembangkan Kawasan Asrama Haji

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan Swarnadwipa adalah menjalin kerja sama dengan HIPMI Syariah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan kawasan Asrama Haji Sumatera Selatan.

Pengembangan tersebut semakin strategis seiring dengan meningkatnya kualitas pelayanan Asrama Haji Sumsel.
Direktur Utama mengungkapkan, Asrama Haji Sumsel berhasil masuk tiga besar terbaik secara nasional dalam pelayanan jemaah haji tahun 2026. Penilaian tersebut mengacu pada Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia Dalam Negeri berdasarkan Embarkasi (Metode Baru) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan dan perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Gubernur Sumsel Herman Deru yang telah melakukan renovasi eksterior dan interior lebih dari 100 kamar di Gedung Jeddah, Madinah, dan Musdalifah.

Ke depan, renovasi diharapkan dapat dilanjutkan ke Gedung Sofa dan Gedung Marwah sehingga seluruh 278 kamar yang ada dapat diperbaiki dan dioptimalkan.

“Dengan peningkatan fasilitas ini, ke depan kita diharapkan dapat menerima jemaah haji dari daerah tetangga, seperti Jambi maupun Lampung,” jelasnya.

Sumsel Diusulkan Jadi Embarkasi Haji Sumbagsel

Tak berhenti pada pengembangan fasilitas, Swarnadwipa bersama jajaran Dewan Komisaris juga tengah mendorong Sumatera Selatan menjadi embarkasi haji untuk wilayah Sumbagsel.

Komunikasi dan pendalaman telah dilakukan dengan Kementerian Haji dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait kesiapan Sumsel menjadi alternatif embarkasi bagi jemaah dari Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Jambi, dan Bengkulu.

“Kami dengan dewan komisaris telah melakukan pendalaman kepada pihak Kementerian Haji, Bappenas dalam rangka kita untuk mengusulkan kemungkinan Sumsel siap untuk menjadi embarkasi haji Sumbagsel, karena akses transportasi yang mendukung,” ungkapnya.

Ia mengatakan, tim dari Bappenas RI juga telah melakukan kunjungan dan survei lokasi untuk melihat kesiapan Asrama Haji Sumsel apabila nantinya ditetapkan sebagai alternatif embarkasi jemaah haji Sumbagsel.

Potensi tersebut semakin terbuka seiring dengan pembangunan jaringan jalan tol yang akan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera.
Untuk mendukung kebutuhan embarkasi Sumbagsel, Swarnadwipa juga telah menyiapkan lahan di sekitar Replika Ka’bah untuk pembangunan tambahan sekitar 200 kamar.

Dengan demikian, total kebutuhan kamar apabila Asrama Haji Sumsel menjadi Embarkasi Haji Sumbagsel diproyeksikan mencapai 478 kamar.
“Efisiensi dapat dilakukan oleh masing-masing provinsi yang menggunakan transportasi udara untuk mencapai embarkasi mereka. Misalnya, Jambi ke Batam, Bengkulu ke Padang, dan Lampung ke Jakarta. Dengan adanya embarkasi Sumbagsel di Sumsel, tentu akan menjadi alternatif yang lebih efisien,” jelasnya.

Jajaki Investasi Tower 100 Kamar di Jalan Tasik

Di sektor properti, Swarnadwipa juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon investor untuk membangun tower baru di kawasan Jalan Tasik, Palembang.
Tower tersebut direncanakan memiliki kapasitas sekitar 100 kamar.

“Terkait kerja sama yang dilakukan oleh Swarnadwipa adalah terkait untuk membangun tower di Jalan Tasik dengan kapasitas 100 kamar yang sedang kita lakukan penjajakan dengan beberapa pihak investor,” tuturnya.

Namun, ia mengakui bahwa rencana tersebut menghadapi tantangan karena kondisi industri perhotelan yang mengalami tekanan pada 2026.
Karena itu, Swarnadwipa terus melakukan kajian dan penjajakan agar model investasi yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi pasar dan memberikan manfaat bagi perusahaan.

Optimalisasi Aset Lewat Skema Join Operasi

Selain pembangunan tower, Swarnadwipa juga mengoptimalkan sejumlah aset strategis melalui skema join operation.

Beberapa aset yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain Graha Sumsel, Mess Pertiwi, hingga Wisma Sailendra di Cisarua, Bogor.
Khusus Wisma Sailendra, Swarnadwipa menyiapkan konsep pengembangan sebagai pusat oleh-oleh produk unggulan Sumatera Selatan, terutama kopi dan madu.

Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi karena berada di kawasan Puncak, Bogor, yang menjadi salah satu tujuan wisata, termasuk bagi wisatawan asal Timur Tengah.

Tak hanya properti, inovasi juga dilakukan pada lini bisnis kuliner dan restoran. Swarnadwipa mulai menghadirkan konsep hiburan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung.
Pada malam akhir pekan, misalnya, telah tersedia hiburan live band yang dikemas bersama paket makan malam all you can eat (AYCE) di area kolam renang.

Sementara itu, Kopi Tasik saat ini tengah menjalani renovasi untuk menyesuaikan konsep dengan kebutuhan pasar.
Di sisi lain, produk kuliner seperti Wedang Rempah dan Pan Waffle mulai menjadi pilihan bagi masyarakat yang berolahraga dan melakukan aktivitas di kawasan Kambang Iwak.

Menuju “New Swarnadwipa”

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari transformasi besar yang sedang dipersiapkan PT Swarnadwipa.
Direktur Utama menegaskan, perusahaan tidak hanya ingin melakukan pembenahan internal, tetapi juga membangun model bisnis baru yang lebih adaptif, produktif, dan mampu menciptakan keuntungan sekaligus memberikan kontribusi terhadap daerah.

“Pokoknya sekarang kami sedang mempersiapkan New Swarnadwipa. Insya Allah segera terwujud,” tegasnya.
Ia menambahkan, arah menuju profitabilitas perusahaan mulai menunjukkan hasil positif setelah dua tahun masa kepemimpinannya.
“Target pergerakan menuju laba sudah mulai kelihatan di masa tepat dua tahun kepemimpinan saya di Swarnadwipa,” pungkasnya.

Transformasi tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Swarnadwipa untuk bangkit, mengoptimalkan aset yang dimiliki, memperluas kemitraan investasi, serta semakin berkontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian Sumatera Selatan.