Palembang, Updatekini – Ketua DPD Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Sumatera Selatan, Febri Zulian, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Palembang Ratu Dewa beserta jajaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak terkait lainnya atas upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak asap di Kota Palembang.
Febri berharap seluruh upaya yang telah dilakukan dalam menangani karhutla dan mengatasi dampak asap dapat menjadi amal pengabdian bagi masyarakat serta mendapat balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa.
Menurutnya, turunnya hujan di Kota Palembang menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah sebelumnya menghadapi gangguan asap akibat karhutla. Ia berharap kondisi udara semakin membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan nyaman.
Di sisi lain, memasuki musim hujan, Febri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan genangan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan membersihkan selokan dan saluran air dari sampah yang dapat menghambat aliran air.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Mari kita hidupkan semangat gotong royong dengan membersihkan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga risiko genangan dan banjir dapat diminimalkan,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Febri menegaskan, upaya mengantisipasi banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan perlu dibangun bersama agar saluran air tetap berfungsi dengan baik saat curah hujan meningkat.
Menurut Febri, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan lingkungan di Kota Palembang. Penanganan karhutla perlu diiringi dengan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mengantisipasi dampak musim hujan.
Ia berharap koordinasi antara Pemerintah Kota Palembang, petugas penanggulangan bencana, organisasi masyarakat, dan warga terus diperkuat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, upaya penanganan karhutla maupun pencegahan banjir diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (*)
















