Padang, UpdateKini – Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman, mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk menjadi pelopor dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan melalui penguatan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta inovasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Alex saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI bersama Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Sumatera Barat yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2026).
Menurut Alex, Muhammadiyah memiliki sejarah panjang sebagai pelopor pendidikan modern di Indonesia. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah berani mengadopsi sistem pendidikan modern meskipun sempat menghadapi berbagai penolakan.
“Sejak dulu Muhammadiyah sudah menjadi pelopor pendidikan modern. Tantangan hari ini tentu berbeda. Karena itu, sekolah Muhammadiyah juga harus mampu menghadirkan pembeda yang menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya.
Alex menilai tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas persoalan akademik, tetapi juga mencakup isu-isu global seperti perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Ia mengungkapkan, pengalaman dalam keluarganya menunjukkan pentingnya pendidikan yang mampu menggabungkan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran menjaga lingkungan. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan aspek spiritual, tetapi juga harus membangun tanggung jawab terhadap keberlangsungan bumi.
“Persoalan lingkungan hari ini bukan lagi isu Indonesia semata, tetapi sudah menjadi persoalan seluruh umat manusia. Karena itu sekolah perlu mulai memberikan ruang lebih besar terhadap pendidikan lingkungan hidup,” katanya.
Alex yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup, menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk melalui skema ekonomi karbon. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila masyarakat memiliki kesadaran menjaga kelestarian hutan.
“Hutan kita bukan hanya untuk kepentingan Indonesia, tetapi menjadi bagian penting bagi keberlangsungan kehidupan dunia. Kesadaran seperti ini harus mulai ditanamkan sejak di bangku sekolah,” ujarnya.
Alex mengajak sekolah-sekolah Muhammadiyah menjadi pelopor budaya ramah lingkungan melalui langkah-langkah sederhana, seperti membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan sekolah.
“Kelihatannya sederhana, tetapi kalau dimulai dari sekolah, anak-anak akan tumbuh dengan budaya menjaga lingkungan. Muhammadiyah bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain,” katanya.
Selain isu lingkungan, Alex menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang dinilai membawa tantangan baru dalam dunia pendidikan. Kehadiran kecerdasan buatan (AI), menurutnya, menuntut sekolah tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moralitas dan tanggung jawab.
“Teknologi berkembang sangat cepat. Yang harus kita pastikan adalah pendidikan tetap melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat sehingga mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Alex juga menilai sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah perlu memiliki keunggulan atau diferensiasi agar mampu bersaing di tengah semakin banyaknya pilihan lembaga pendidikan.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki modal besar di bidang pendidikan dan kesehatan sehingga dapat mengembangkan sekolah-sekolah vokasi yang menghasilkan lulusan siap kerja, khususnya di sektor kesehatan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan organisasi tersebut.
Ia turut menyinggung pentingnya penguatan pendidikan kejuruan sebagai alternatif untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, sistem pendidikan vokasi yang kuat akan memberikan lebih banyak pilihan bagi generasi muda tanpa harus selalu bergantung pada pendidikan akademik.
Pada kesempatan yang sama, Alex juga menyoroti berkurangnya alokasi bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang berdampak terhadap kesempatan lulusan SMA melanjutkan pendidikan tinggi.
Menurutnya, saat ini DPR tengah memperjuangkan agar alokasi anggaran bantuan pendidikan tersebut dapat ditingkatkan kembali, mengingat masih banyak lulusan SMA yang terancam tidak dapat melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya.
“Mudah-mudahan kesempatan generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi tetap bisa dijaga. Pendidikan adalah investasi terbesar bangsa untuk masa depan,” tutup Alex. (*)

















