Scroll untuk baca artikel
PalembangSeni dan Budaya

Baca Puisi “Rindu Dua Penyair” Hadirkan Penyair Yogyakarta

×

Baca Puisi “Rindu Dua Penyair” Hadirkan Penyair Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

Palembang, UpdateKini – Geliat kesenian sastra di Kota Palembang kembali menyala. Dewan Kesenian Palembang menggelar acara baca puisi bertajuk “Rindu Dua Penyair” dengan menghadirkan dua penyair asal Yogyakarta, Joko Pranoto dan Afnan Malay, di Gedung Kesenian Palembang, Jumat (16/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari para seniman, pegiat sastra, serta masyarakat yang memadati gedung kesenian.

Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), M. Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan Rindu Dua Penyair tidak hanya berhenti pada pembacaan puisi.

 

“Nantinya akan ada diskusi dan pembedahan proses berkesenian para penyair dari Yogyakarta. Kita ingin melihat apakah kondisi dan dinamika kehidupan kesenian di sana memiliki kesamaan dengan yang dialami seniman di Palembang,” ujarnya.

 

Menurutnya, dialog tersebut penting sebagai refleksi bersama. Pengalaman dan praktik berkesenian para penyair tamu diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengembangan ekosistem sastra dan kesenian di Kota Palembang.

 

“Itu juga bisa menjadi bahan masukan untuk kita,” terang Nasir.

 

Kepala Bidang Kesenian dan Perfilman Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Heru Setia Budi, S.STP., M.Si., menilai kegiatan ini sebagai ruang penting pertukaran gagasan dan pengalaman antarseniman.

 

“Kehadiran dua penyair dari Yogyakarta ini sangat berarti. Karya dan proses kreatif mereka memberi pembelajaran langsung bagi pelaku seni di Palembang, khususnya di bidang sastra dan puisi,” ujarnya.

 

Transfer pengetahuan semacam ini menurut Heru, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas personal para seniman, sekaligus mendorong pengembangan ekosistem kesenian yang berkelanjutan di Palembang.

 

“Pembelajaran ini bukan hanya untuk pengayaan individu, tetapi juga untuk ditularkan kepada komunitas seni yang lebih luas. Dengan begitu, pelestarian dan pengembangan seni-budaya lokal dapat berjalan seiring,” jelasnya.

 

Heru juga menegaskan pentingnya sinergi antara Dewan Kesenian Palembang dan Dinas Kebudayaan sebagai mitra strategis dalam memajukan kesenian daerah.

 

“Dewan Kesenian dan Dinas Kebudayaan ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kami berharap kegiatan positif dan inovatif seperti ini terus berlanjut, tidak hanya di komite sastra, tetapi juga di komite-komite kesenian lainnya,” tandasnya. (fly)