Jakarta, UpdateKini – Bank Sampah Persatuan RT 003 RW 08 Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengurangan sampah melalui kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah anorganik menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.
Pengelola Bank Sampah Persatuan yang juga menjabat sebagai Ketua RT 003 RW 08 Kelurahan Pondok Kelapa, Rahmatullah, mengatakan kegiatan tersebut telah berjalan sejak 2019. Program ini berawal dari kepedulian masyarakat terhadap banyaknya sampah plastik yang belum dikelola secara optimal. Upaya tersebut kini semakin diperkuat dengan pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah dari sumber.
Menurut Rahmat, sampah plastik yang masih memiliki nilai guna tidak hanya disetorkan kepada offtaker, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk kreatif melalui pemberdayaan warga sekitar, khususnya para ibu rumah tangga.
Beragam produk yang dihasilkan antara lain kostum, gaun, rompi dari kemasan saset bekas, topi, vas bunga, hiasan lampu, hingga aneka pajangan yang seluruhnya berbahan dasar plastik, botol bekas, kardus, dan kantong kresek.
Selain dipasarkan secara langsung, hasil kerajinan tersebut juga dimanfaatkan sebagai suvenir dalam kegiatan edukasi di sekolah-sekolah.
“Melalui kegiatan itu, Bank Sampah Persatuan tidak hanya memberikan materi mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga memperlihatkan secara langsung proses alih fungsi limbah menjadi produk bernilai seni dan ekonomi,” kata Rahmat, Kamis (16/7/2026).
Rahmat menjelaskan, kegiatan tersebut turut mendukung program Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dengan memberikan peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat melalui hasil kerajinan daur ulang.
Dalam proses produksinya, Bank Sampah Persatuan Kreasi 308 memberdayakan warga sekitar dan para nasabah bank sampah. Mereka diberikan pelatihan keterampilan mengolah sampah agar mampu menghasilkan produk kreatif sekaligus menularkan kemampuan tersebut kepada masyarakat lainnya.
Rahmat berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan pemilahan dan pengolahan sampah sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat terus berkurang. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di DKI Jakarta.

















