Scroll untuk baca artikel
PalembangSeni dan Budaya

Belum Mulai, Lokasi Lomba Mural Palembang Sudah Jadi Korban Vandalisme

×

Belum Mulai, Lokasi Lomba Mural Palembang Sudah Jadi Korban Vandalisme

Sebarkan artikel ini

Palembang, UpdateKini – Ajang lomba mural “Palembang Belagak” yang digelar Pemerintah Kota Palembang bersama Dewan Kesenian Palembang (DKP) dan Generasi Ratu Dewa (Gen RD) belum sempat dimulai, namun sudah diwarnai insiden tak menyenangkan.

Salah satu titik utama lomba di depan Sekretariat KONI Sumsel, yang seharusnya menjadi kanvas resmi mural, justru dipenuhi coretan cat putih oleh orang tak dikenal pada Kamis (4/9) malam.

Ketua Panitia Pelaksana, Martha Astra, mengungkapkan panitia sudah menyiapkan titik tersebut sejak pukul 14.00 WIB dengan cat dasar hitam, police line, dan papan pengumuman resmi. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, kondisi berubah drastis.

“Seperti ada pihak yang memang sengaja tidak ingin Palembang tampil indah. Apakah ini sekadar iseng, hobi, atau benar-benar niat merusak, kita masih bertanya-tanya,” ujarnya.

Martha berharap pihak kelurahan dan kecamatan turut membantu menjaga titik mural agar tidak terjadi lagi perusakan serupa.

 

Lomba Tetap Jalan, 18 Tim Muralis Siap Berkarya

Meski ada insiden ini, panitia memastikan lomba mural tetap berlangsung sesuai jadwal pada 6–9 September 2025. Sebanyak 18 tim muralis dari berbagai komunitas seni akan meramaikan kompetisi yang tersebar di empat lokasi strategis Kota Palembang.

Adapun lokasi lomba meliputi Ruko Sari Bundo Simpang Charitas sebanyak 11 titik, samping Lapas Perempuan sebanyak 2 titik, seberang Hotel Grand Inna sebanyak 9 titik, dan Simpang V DPRD Sumsel sebanyak 2 titik.

Kegiatan akan dibuka pada 6 September pukul 10.00 WIB dan dihadiri Wali Kota Palembang bersama Forkopimda. Acara pembukaan ditandai dengan goresan pertama secara simbolis. Perlombaan berlangsung pada 6–7 September, sementara penutupan sekaligus pengumuman pemenang dijadwalkan pada 9 September pagi.

Pemenang nantinya akan mendapatkan piala, piagam dari Wali Kota Palembang, dan uang pembinaan.

Ketua DKP, M. Nasir, menilai kejadian ini justru menegaskan pentingnya ruang ekspresi resmi di kota.

“Kalau dinding kota dibiarkan kosong, ia akan terus jadi sasaran vandalisme. Dengan mural, kita ubah dinding itu menjadi kanvas seni yang membanggakan,” tegasnya.

Senada, Ketua Gen RD, Febri Zulian, menyebut mural bisa menjadi sarana edukasi generasi muda.

“Anak-anak muda butuh ruang positif. Dengan mural, mereka bisa menyalurkan kreativitas sekaligus mempercantik wajah kota,” katanya.

Panitia berharap kehadiran mural di berbagai sudut kota tidak hanya memperindah Palembang, tetapi juga mampu menekan aksi vandalisme. Masyarakat pun diajak ikut menjaga hasil karya seniman agar kota benar-benar tampil indah, tertib, dan bebas coretan liar. (*)