Scroll untuk baca artikel
OpiniPendidikan

ChatLangChat: Pola Komunikasi Organiser

×

ChatLangChat: Pola Komunikasi Organiser

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dian Maulana
Staff Local Initiative and OSH Network Indonesia (Lion Indonesia)

 

Dalam kerja pengorganisasian, komunikasi sering dianggap hanya sebagai alat. Sekadar menyampaikan informasi, mengatur pertemuan, atau mengirim pengumuman. Padahal bagi seorang organiser, komunikasi sebenarnya adalah cara membangun hubungan. Tanpa hubungan, kepercayaan sulit tumbuh. Dan tanpa kepercayaan, kerja bersama hampir tidak mungkin berjalan.

Organiser bekerja dengan manusia. Dengan cerita hidup yang berbeda, dengan emosi yang kadang rumit, dengan kepentingan yang tidak selalu sama. Karena itu cara kita berkomunikasi sering kali menentukan apakah sebuah gagasan hanya berhenti sebagai obrolan, atau perlahan berubah menjadi kerja kolektif.

Dari beberapa pengalaman terlibat dalam proses organising, saya mulai menyadari satu pola kecil yang sering terjadi. Polanya sebenarnya sederhana sekali yakni Chat, bertemu LANGsung, lalu Chat lagi. Saya kemudian mencoba menyebutnya sebagai pola ChatLangChat.

Jika dijelaskan lebih jauh, pola ini sebenarnya menggambarkan perpindahan komunikasi antara dua ruang yaitu ruang digital dan ruang pertemuan langsung. Karena itu ChatLangChat bisa dipahami sebagai Chat (online) – Lang (pertemuan LANGsung/offline) – Chat (online).

Tahap pertama biasanya dimulai dari chat. Pesan singkat saja. Kadang hanya menyapa, kadang menanyakan kabar, kadang sekadar, “kapan sempat ketemu?”. Percakapan seperti ini sekarang hampir selalu terjadi lewat aplikasi seperti WhatsApp. Chat membuat komunikasi terasa ringan. Tidak terlalu formal, tidak terlalu menekan.

Dalam banyak situasi organising, chat berfungsi sebagai pintu masuk. Ia membuka percakapan tanpa membuat orang merasa sedang diajak masuk ke sesuatu yang terlalu serius. Percakapan bisa dimulai dari hal kecil, seperti menanyakan kabar keluarga, pekerjaan, atau cerita sehari-hari, sebelum perlahan bergerak ke pembicaraan yang lebih bermakna.

Namun chat biasanya hanya pembuka. Ketika pembicaraan mulai menyentuh hal yang lebih serius seperti tentang masalah bersama, rencana kegiatan, atau kegelisahan yang dirasakan banyak orang, percakapan hampir selalu membutuhkan ruang lain, yaitu pertemuan langsung.

Di sinilah tahap Lang terjadi: langsung ketemu.

Pertemuan langsung memberi dimensi yang tidak dimiliki percakapan digital. Ada ekspresi wajah, ada bahasa tubuh, ada nada suara, bahkan ada jeda-jeda yang kadang justru lebih bermakna daripada kata-kata. Banyak percakapan penting dalam organising justru lahir dari situasi yang sederhana baik itu di warung kopi, di rumah seseorang, atau setelah sebuah diskusi kecil selesai.

Hal seperti ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia organising. Dalam bukunya Rules for Radicals, Saul Alinsky pernah menekankan bahwa kekuatan organising tidak lahir dari slogan atau propaganda. Ia lahir dari hubungan antar manusia yang dibangun secara perlahan.

Setelah pertemuan selesai, komunikasi biasanya kembali lagi ke chat. Mungkin untuk menindaklanjuti pembicaraan sebelumnya, mungkin untuk berbagi informasi tambahan, atau sekadar memastikan rencana yang sudah dibicarakan tetap berjalan.

Pendekatan seperti ini juga terlihat dalam praktik organising yang lebih baru. Jane McAlevey dalam bukunya No Shortcuts: Organizing for Power in the New Gilded Age menulis bahwa kekuatan organisasi lahir dari percakapan yang sungguh-sungguh dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya, bukan hanya dari komunikasi cepat atau kampanye digital.

Karena itu pola ChatLangChat sebenarnya bukan sesuatu yang rumit. Ia hanya cara melihat bagaimana komunikasi organiser sering bekerja dalam praktik sehari-hari yaitu percakapan dimulai dari chat, diperdalam lewat pertemuan langsung, lalu kembali lagi ke chat untuk menjaga hubungan tetap hidup.

Kadang semuanya memang sesederhana itu.

Sebuah pesan singkat di ponsel, lalu obrolan panjang di meja kopi, kemudian beberapa pesan lagi setelahnya.

Dan dari rangkaian percakapan kecil seperti itulah, sering kali sebuah kerja bersama mulai tumbuh.