Palembang, UpdateKini – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Banyuasin mulai mendorong penguatan literasi sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas Buku-Buku Linda (BBL) yang dirangkai dengan kegiatan berbuka puasa bersama pemuda dan mahasiswa Banyuasin, Sabtu (15/3/2026).
Ketua Gekrafs Banyuasin Noor Ishmatuddin mengatakan, organisasi yang baru berusia sekitar tiga bulan itu tengah aktif memperkenalkan diri sekaligus membangun jejaring dengan berbagai komunitas, termasuk kalangan pemuda dan mahasiswa.
“Kali ini kita berkolaborasi dengan komunitas Buku-Buku Linda. Inisiatornya juga pengurus Gekrafs Banyuasin, Linda Septianis. Kita berharap ekonomi kreatif berbasis literasi semakin berkembang,” ujar Noor.
Anggota DPRD Banyuasin itu menjelaskan, literasi menjadi salah satu sektor penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, generasi Z Banyuasin perlu didorong untuk mengembangkan bakat di bidang tersebut, baik melalui penulisan buku, cerpen, blog, maupun karya literasi lainnya.
Ia menambahkan, Gekrafs Banyuasin siap menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki potensi di bidang ekonomi kreatif, termasuk literasi.
“Gekrafs Banyuasin akan menampung dan membantu mengembangkan bakat ekonomi kreatif. Bahkan secara nasional Gekrafs memiliki porsi khusus dalam akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Gekrafs Banyuasin Fatkurohman juga memberikan materi mengenai pengembangan bakat literasi. Ia menekankan pentingnya praktik langsung agar potensi yang dimiliki generasi muda tidak hanya berhenti pada gagasan.
“Seringkali bakat tidak berkembang karena minim praktik. Padahal, praktik sambil belajar justru mempercepat penguasaan keterampilan, apalagi di era digital saat ini,” ujar Fatkurohman yang juga Koordinator Wilayah Sumsel Public Trust Institute.
Pada kesempatan itu, ia juga memperkenalkan diseminasi pra-cetak buku berjudul Jejak Suara yang berisi kumpulan tulisan politiknya yang sebelumnya terbit di berbagai media lokal dan nasional.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi Gen Z untuk mulai menulis dan mengembangkan literasi sebagai bagian dari ekonomi kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, Founder Buku-Buku Linda (BBL) Linda Septianis mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari pemuda, mahasiswa, dan pelajar asal Banyuasin.
“Literasi sangat penting untuk menunjang kemampuan diri sekaligus membuka peluang di sektor ekonomi kreatif. Kami berharap anak-anak muda Banyuasin tidak tertinggal dalam hal ini,” katanya. (*)


















