UpdateKini.com, Palembang – Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia antara tuan rumah Meksiko melawan Inggris diprediksi menjadi salah satu duel paling sengit. Pengamat sepak bola Sumatera Selatan yang juga Sekretaris ICMI Kota Palembang, HM Masyaheril (Eril), menilai laga ini bukan sekadar adu kualitas pemain, tetapi juga pertarungan mental, strategi, dan ketahanan fisik.
Menurut Eril, Meksiko tampil luar biasa sepanjang turnamen. Dari empat pertandingan yang telah dijalani, El Tri menjadi satu-satunya tim yang belum sekalipun kebobolan. Mereka mengawali fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan, kemudian mengalahkan Korea Selatan 1-0 dan membungkam Ceko 3-0. Di babak 32 besar, Meksiko kembali menunjukkan dominasinya dengan menyingkirkan Ekuador 2-0.
“Catatan clean sheet dari empat pertandingan menunjukkan bahwa Meksiko bukan hanya tajam saat menyerang, tetapi juga sangat disiplin dalam bertahan. Ini menjadi alarm serius bagi Inggris,” ujar Eril.
Ia menambahkan, keuntungan terbesar Meksiko adalah bermain di Estadio Azteca, stadion legendaris yang berada di dataran tinggi Mexico City. Tipisnya kadar oksigen di stadion tersebut menjadi tantangan berat bagi tim tamu yang tidak terbiasa bermain dalam kondisi demikian.
“Thomas Tuchel harus benar-benar menyiapkan strategi rotasi dan menjaga tempo permainan. Bermain di Azteca bukan hanya melawan Meksiko, tetapi juga melawan kondisi alam,” katanya.
Eril juga mengingatkan bahwa Inggris memiliki pengalaman yang kurang bersahabat saat bermain di stadion tersebut. Dalam dua laga persahabatan di Azteca, Inggris bermain imbang tanpa gol pada 1969 dan kalah 0-1 pada 1985. Sementara di ajang Piala Dunia, kedua tim baru sekali bertemu, yakni pada Piala Dunia 1966 ketika Inggris menang 2-0 di kandang sendiri.
Meski demikian, Eril menilai sejarah tidak akan terlalu menentukan hasil pertandingan kali ini karena kedua tim sama-sama membawa motivasi besar.
“Meksiko ingin mematahkan kutukan Quinto Partido, yaitu kegagalan mereka menembus fase lebih jauh setelah pertandingan kelima di Piala Dunia. Sementara Inggris datang dengan ambisi mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia yang sudah berlangsung selama 52 tahun sejak sukses mengangkat trofi di Wembley pada 1966,” jelasnya.
Sorotan juga tertuju kepada kapten Inggris, Harry Kane, yang sedang bersaing dalam perebutan gelar top skor. Kane telah mengoleksi enam gol dan berada di papan atas bersama Erling Haaland, hanya terpaut satu gol dari Kylian Mbappe dan Lionel Messi.
“Di usia 32 tahun, Kane tentu menyadari kesempatan tampil di Piala Dunia tidak akan datang selamanya. Motivasi pribadi untuk membawa Inggris berprestasi sekaligus menambah koleksi gol akan menjadi energi besar bagi dirinya dan seluruh skuad The Three Lions,” tutur Eril.
Dengan materi pemain yang sedang berada dalam performa terbaik di level klub, Eril optimistis Thomas Tuchel mampu meramu strategi yang tepat untuk membawa Inggris melangkah ke babak perempat final.
“Pertandingan ini dipastikan berlangsung keras dan penuh tekanan. Inggris harus menghadapi teror puluhan ribu pendukung tuan rumah sekaligus tantangan tipisnya kadar oksigen di Azteca. Namun jika mampu mengendalikan tempo permainan dan memanfaatkan pengalaman para pemainnya, saya memprediksi Inggris akan lolos ke delapan besar dengan kemenangan tipis,” pungkas Eril.

















