Scroll untuk baca artikel
BisnisOlahraga

Ingin Buka Bisnis Padel? Ini Peluang dan Tantangan yang Perlu Diketahui

×

Ingin Buka Bisnis Padel? Ini Peluang dan Tantangan yang Perlu Diketahui

Sebarkan artikel ini

Jakarta, UpdateKini – Usaha bisnis padel semakin menarik perhatian di Indonesia seiring meningkatnya tren olahraga yang memadukan aktivitas fisik, hiburan, dan interaksi sosial. Selain mudah dimainkan oleh berbagai kalangan, olahraga ini juga dinilai memiliki potensi bisnis yang menjanjikan.

 

Dalam artikel yang diterbitkan Pegadaian pada 21 Juli 2026, disebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir padel mulai berkembang di berbagai kota besar di Indonesia. Kehadirannya membuka peluang baru bagi pelaku usaha yang ingin terjun ke industri olahraga modern sekaligus memanfaatkan tren gaya hidup masyarakat urban.

 

Padel merupakan kombinasi antara tenis dan squash yang dimainkan secara berpasangan di lapangan berukuran lebih kecil dengan raket tanpa senar. Permainan ini relatif mudah dipelajari sehingga cocok bagi pemula maupun pemain berpengalaman.

 

Di Indonesia, olahraga ini mulai populer di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Komunitasnya berkembang di kalangan profesional, pebisnis, hingga ekspatriat yang memanfaatkan padel sebagai sarana berolahraga sekaligus membangun relasi.

 

Menurut Pegadaian, peluang bisnis padel semakin terbuka seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Target pasarnya juga cukup luas, mulai dari kalangan profesional dan pebisnis, komunitas olahraga, ekspatriat, generasi muda, hingga perusahaan yang menggelar kegiatan gathering.

 

Model bisnisnya pun beragam, mulai dari penyewaan lapangan, program keanggotaan (membership), pelatihan, penyelenggaraan turnamen, hingga kerja sama dengan berbagai merek.

 

Meski memiliki prospek yang menjanjikan, Pegadaian mengingatkan ada sejumlah tantangan yang perlu dipersiapkan sebelum memulai usaha padel. Di antaranya adalah perawatan dan operasional fasilitas, edukasi pasar karena padel masih tergolong olahraga baru, kebutuhan investasi awal yang dapat mencapai ratusan juta hingga lebih dari Rp1 miliar tergantung lokasi dan spesifikasi fasilitas, serta pemenuhan perizinan dan regulasi.

 

Pegadaian juga membagikan sejumlah strategi agar usaha padel dapat berkembang, di antaranya membangun komunitas sejak awal, memilih lokasi yang mudah dijangkau, menyediakan sistem pemesanan dan pembayaran yang praktis, menjaga kenyamanan fasilitas, serta menghadirkan program untuk berbagai tingkat kemampuan pemain.

 

Bagi calon pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal, Pegadaian menawarkan produk Gadai BPKB sebagai solusi pembiayaan. Melalui produk ini, nasabah dapat memperoleh pinjaman modal usaha dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor, sementara kendaraan tetap dapat digunakan selama masa kredit.

 

Pegadaian menyebut kendaraan roda dua maupun roda empat dapat dijadikan jaminan. Produk ini ditujukan untuk tambahan modal usaha dengan skema pembayaran yang fleksibel serta pilihan tenor yang beragam.

 

Adapun syarat umum pengajuannya meliputi Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki e-KTP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, memiliki domisili tetap, memiliki usaha yang legal dan telah berjalan, serta memenuhi proses verifikasi Pegadaian.

 

Pengajuan pinjaman dapat dilakukan di kantor cabang Pegadaian terdekat maupun melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Setelah dokumen diverifikasi, petugas akan melakukan survei terhadap usaha. Jika pengajuan disetujui, dana pinjaman akan dicairkan melalui transfer ke rekening nasabah atau diberikan secara tunai.

 

Pegadaian menilai, dengan strategi yang tepat, lokasi yang strategis, serta dukungan pembiayaan yang memadai, bisnis padel berpotensi menjadi investasi jangka panjang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.