Palembang, UpdateKini – Istilah “Generasi Z” kini populer di seluruh dunia. Istilah ini menggambarkan mereka yang lahir pada pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Generasi ini tumbuh bersama internet dan teknologi digital.
Konsep pembagian generasi bukan hal baru. Pada 1991, William Strauss dan Neil Howe merilis buku Generations. Buku ini menjadi dasar pembagian generasi modern. Namun, “Gen Z” belum muncul pada saat itu.
Menjelang akhir 1990-an, peneliti dan media di Amerika mulai mencari nama untuk generasi setelah Millennial. Beberapa sebutan sempat dipakai. Misalnya iGeneration, Net Generation, dan Post-Millennials.
Istilah “Generation Z” mulai terdengar di awal 2000-an. Media seperti USA Today dan Advertising Age mempopulerkannya. Peneliti dan analis pemasaran menggunakan nama ini untuk memudahkan pengelompokan demografi.
Tahun 2005 hingga 2010, “Gen Z” semakin dikenal. Riset perilaku konsumen dan survei pendidikan mulai memakainya secara rutin.
Memasuki 2015, istilah ini sudah mendunia. Media sosial, industri, dan kampus di banyak negara, termasuk Indonesia, memakainya setiap hari.
Generasi Z kini dikenal sebagai generasi yang melek teknologi sejak kecil. Mereka juga menjadi penggerak tren global di abad ke-21.
















