Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Laba Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun, Kredit Melesat Hampir 20 Persen

×

Laba Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun, Kredit Melesat Hampir 20 Persen

Sebarkan artikel ini

Jakarta, UpdateKini – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun pada kuartal II 2026, ditopang pertumbuhan penyaluran kredit yang meningkat 19,9 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp1.592 triliun per Juni 2026. Kinerja tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan yang tercatat sebesar 12,7 persen YoY berdasarkan data Bank Indonesia (BI).

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong aktivitas ekonomi di berbagai ekosistem perekonomian nasional. Pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit mencapai Rp489 triliun atau tumbuh 41,6 persen YoY melalui pembiayaan proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan hingga layanan publik.

Sementara itu, penyaluran kredit usaha mikro meningkat 15,7 persen YoY menjadi Rp31,3 triliun, sehingga memperluas akses pembiayaan yang inklusif bagi individu, keluarga, masyarakat produktif, dan pelaku UMKM.

“Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat. Ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri, dari kota besar hingga ke pelosok daerah,” ujar Riduan, dikutip dari Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pertumbuhan intermediasi tersebut didukung Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only yang mencapai Rp1.710 triliun atau tumbuh 17,1 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri sebesar 10,2 persen YoY. Peningkatan DPK didorong meningkatnya aktivitas dan volume transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri.

Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo menjelaskan outstanding kredit komersial mencapai Rp343 triliun atau meningkat 15,1 persen YoY. Menurutnya, pembiayaan difokuskan pada sektor-sektor produktif seperti perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta sektor lainnya yang memiliki efek berganda bagi perekonomian.

“Kami terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional, termasuk perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta berbagai sektor produktif lainnya. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap pertumbuhan kredit tidak hanya mendorong ekspansi usaha nasabah, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional secara lebih merata,” tutur Totok.

Totok menambahkan, pertumbuhan kredit yang sehat turut memperkuat fundamental keuangan perseroan. Hingga semester I 2026, Bank Mandiri membukukan pendapatan yang tumbuh 10,3 persen YoY dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp30,4 triliun atau meningkat 24,4 persen YoY.

“Pencapaian laba ini adalah hasil dari kualitas ekspansi kredit yang kami jaga, dengan penyaluran yang difokuskan ke sektor produktif dan padat karya, sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia,” terang Totok.

Di sisi lain, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebutkan produktivitas operasional terus meningkat seiring penguatan layanan digital. Hingga Juni 2026, Livin’ by Mandiri telah digunakan sekitar 41 juta pengguna atau tumbuh 24,3 persen YoY, sedangkan Kopra by Mandiri melayani sekitar 354 ribu pengguna, meningkat 26,8 persen YoY.

Sementara itu, Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro menegaskan kualitas aset tetap terjaga dengan rasio NPL Gross bank only sebesar 0,98 persen serta NPL Coverage Ratio mencapai 242 persen.

“Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ungkap Danis.

Bank Mandiri juga terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui pembiayaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan tercatat sebesar Rp327 triliun, terdiri atas pembiayaan hijau Rp173 triliun dan portofolio sosial Rp155 triliun.

“Fundamental yang kokoh ini menjadi bekal kami untuk terus tumbuh, memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group, serta menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh bagi masyarakat dan pelaku usaha. Dengan begitu, kami optimistis Bank Mandiri akan terus menjadi pemimpin nasional sejalan dengan visi The Best Financial Institution in Southeast Asia, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkas Riduan.