Banyuasin, UpdateKini – Anggota DPRD Banyuasin, Noor Ishmatuddin, menilai kunjungan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani ke Kabupaten Banyuasin dalam rangka pelepasan ekspor kelapa ke Cina serta dialog bersama petani, menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi kelapa di daerah tersebut.
“Banyuasin memiliki potensi kelapa yang sangat kuat. Ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru selain sebagai salah satu sentra produksi beras nasional. Ke depan, bukan hanya ekspor kelapa butir, tetapi juga hilirisasi berbagai produk turunannya,” ujar Noor, Jumat (12/12/2025).
Alumni UIGM itu menambahkan bahwa potensi kelapa tidak sebatas penjualan butiran, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), seperti minyak kelapa, olahan kecantikan, dan berbagai produk bernilai tambah lainnya.
“Kehadiran Ketua MPR RI yang melihat langsung aktivitas ekonomi kelapa di Banyuasin diharapkan menjadi perhatian pemerintah pusat. Banyuasin layak dikembangkan sebagai sentra ekonomi kelapa nasional,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Rabu lalu, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani berkunjung ke Desa Karang Anyar, Banyuasin, untuk memberikan dukungan terhadap pemberdayaan petani kelapa.
Pejabat negara dengan kode RI 5 itu meninjau langsung kegiatan pengepul kelapa di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, serta bersilaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa Indonesia (FKKDI) Banyuasin dan para petani setempat dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan desa serta pemberdayaan petani kelapa.
Ketua FKKDI Banyuasin, H. Saripudin, menyebut kehadiran Ketua MPR RI sangat penting sebagai dorongan bagi penguatan potensi daerah.
“Beliau juga secara resmi melepas dua kontainer ekspor perdana produk kelapa CocoIndo Bumi Sriwijaya sekitar 56 ribu butir ke Cina,” ujar Kades Karang Anyar itu.
Didampingi Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim, anggota DPRD Banyuasin Noor Ishmatuddin, serta jajaran FKKDI, rombongan melakukan dialog langsung dengan para petani.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai potensi kelapa Banyuasin luar biasa dan perlu menjadi fokus pengembangan untuk memperkuat ekonomi daerah.
“Apalagi kelapa di sini bisa dipanen hingga lima kali dalam sebulan, dan setiap panen menghasilkan tiga tandan per pohon,” ujar Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut. (*)
















