Palembang, UpdateKini – Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah tegas dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada awal tahun 2026.
Selasa (9/12/2025) melalui rapat koordinasi yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 18 kecamatan, Pemerintah Kota Palembang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyusun strategi kesiapsiagaan terpadu untuk mengantisipasi dampak buruk dari bencana alam.
Langkah ini diambil sebagai respons atas serangkaian bencana yang melanda tiga wilayah di Pulau Sumatera beberapa pekan terakhir, termasuk tanah longsor, curah hujan ekstrem, dan luapan sungai yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengancam keselamatan warga.
Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Sekretariat Kota Palembang ini dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ichsanul Akmal.
Dalam arahannya, Ichsanul menegaskan bahwa meskipun kondisi Kota Palembang saat ini masih dalam kategori normal, langkah antisipatif harus segera diambil.
“Kita tidak boleh lengah. Posko kewaspadaan bencana alam akan segera diaktifkan di seluruh kelurahan. Ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita terhadap potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu,” ujar Ichsanul.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk kerja sama erat dengan TNI dan Polri dalam upaya penanggulangan bencana. “Kita harus bergerak bersama, tidak bisa sendiri-sendiri. Koordinasi dan komunikasi adalah kunci,” tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi mitigasi, Pemerintah Kota Palembang mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menjalin kerja sama intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan informasi cuaca secara cepat dan akurat melalui media sosial dan kanal digital lainnya. (*).
















