Palembang, UpdateKini – PT PLN (Persero) memperkuat sistem kelistrikan Pulau Enggano untuk mendukung percepatan pembangunan wilayah terluar Indonesia. Dukungan ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur normalisasi alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai, transportasi, logistik, serta pengembangan Pulau Enggano.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya sinergi dalam mengawal implementasi Inpres tersebut.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa pendangkalan alur laut dan abrasi dari ombak laut lepas menjadi masalah utama yang harus segera ditangani. Jika dibiarkan, kondisi ini akan terus mengganggu perekonomian masyarakat Enggano. Karena itu Inpres ini harus kita kawal bersama,” tegas AHY, dalam Rapat Evaluasi dengan PLN. Selasa (16/9/2025).
Direktur Distribusi PLN, Arsyadhany Akmala Putri, menyatakan bahwa listrik menjadi faktor kunci mendukung aktivitas logistik dan pembangunan.
“PLN siap mengawal penuh instruksi Presiden dengan memastikan kesiapan jaringan distribusi dan infrastruktur kelistrikan. Dukungan kelistrikan yang andal akan mempercepat normalisasi alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai sekaligus menjadi penopang utama bagi percepatan pembangunan Pulau Enggano,” ujarnya.
Sejak 2 Maret 2023, Pulau Enggano telah menikmati listrik 24 jam penuh. PLN menambah enam unit mesin pembangkit berdaya 1.400 kW, sehingga cadangan daya meningkat dua kali lipat.
Kapasitas tangki BBM juga diperbesar dari 94 KL menjadi 124 KL dan akan rampung 14 Oktober 2025, cukup menopang operasi hingga 95 hari. Ke depan, PLN menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid dengan baterai mulai beroperasi pada 2026 untuk menghadirkan energi hijau di Enggano.
Arsya menambahkan, PLN juga memperkuat infrastruktur penunjang konektivitas. Selain energi, PLN juga mendukung sarana penting lain seperti akses internet. Enam BTS Telkomsel di Enggano, termasuk BTS Banjarsari, telah teraliri listrik dengan total kapasitas 63.000 VA.
“Infrastruktur ini akan menunjang konektivitas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan wilayah perbatasan,” jelasnya.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, memastikan kesiapan tim PLN di lapangan.
“Kami di PLN UID S2JB telah memetakan kebutuhan kelistrikan baik di kawasan Pelabuhan Pulau Baai maupun Pulau Enggano. Dukungan lapangan akan dipercepat dengan penguatan jaringan distribusi, pembangunan infrastruktur baru, serta kesiapan personel siaga di lokasi. Dengan langkah ini, kami optimis dapat menjaga keandalan listrik demi kelancaran transportasi dan logistik di Bengkulu,” tutupnya. (*)
















