Jakarta, UpdateKini — PT PLN (Persero) menyambut positif langkah Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9387:2025 tentang Fly Ash and Bottom Ash (FABA) sebagai pembenah tanah dan bahan baku pupuk. Standar ini menjadi tonggak penting dalam mendukung konsep waste to value atau pemanfaatan limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi. Kamis (6/11/2025)
Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo, menyampaikan bahwa SNI FABA resmi ditetapkan pada 2 Oktober 2025. Standar tersebut diharapkan memberi kepastian hukum dan teknis bagi pihak-pihak yang ingin mengelola atau memanfaatkan FABA di Indonesia.
“Fungsi utama standar ini adalah menjadi acuan agar FABA dapat dimanfaatkan secara aman, baik sebagai pembenah tanah maupun bahan baku pupuk,” ujarnya dalam acara Launching dan Sosialisasi SNI FABA di Jakarta, Selasa (28/10).
Menurut Hendro, kehadiran SNI FABA memiliki peran strategis untuk menjamin mutu, keamanan lingkungan, serta mendorong inovasi industri. “Ini adalah langkah awal untuk leverage, naik kelas dari produk FABA menjadi lebih terpercaya,” tambahnya.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menyambut baik penetapan standar tersebut. Ia menyebut, SNI FABA menjadi dasar penting bagi transformasi limbah pembangkit menjadi sumber daya bernilai ekonomi dan sosial.
“Dengan adanya SNI ini, FABA tidak lagi dianggap limbah, melainkan aset bernilai yang bisa mendukung pertanian dan ekonomi lokal,” jelas Rizal.
PLN selama ini telah mengembangkan berbagai inovasi pemanfaatan FABA, mulai dari bahan bangunan, pengerasan jalan, hingga media tanam. Dari 47 PLTU di seluruh Indonesia, terdapat potensi lebih dari 1,2 juta ton FABA per tahun yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, termasuk pembenah tanah dan pupuk.
“Pemanfaatan FABA di sejumlah lokasi seperti PLTU Labuan, Bengkayang, Pacitan, dan Air Anyir telah memberikan hasil nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian,” ungkap Rizal.
Ia menegaskan, keberadaan SNI menjadi elemen penting untuk menjamin keselamatan, mutu, dan keberlanjutan dalam setiap pemanfaatan FABA.
“Dengan SNI, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. FABA kini bukan lagi masalah, melainkan solusi bagi sektor pertanian,” pungkasnya.
















