Banyuasin, UpdateKini – PT Benua Laut Lepas (BLL) menggandeng Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menggelar sosialisasi area konsesi perusahaan sekaligus pelatihan modifikasi jaring hela dasar bagi nelayan di Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin. Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai area konsesi PT BLL serta mengedukasi penggunaan alat tangkap yang sesuai dengan ketentuan.
Sosialisasi dihadiri Perwakilan Camat Banyuasin II Hamka, Kepala Desa Marga Sungsang Taufik, Kepala Desa Sungsang I Kailani, Kepala Desa Sungsang II H. Alex, Kepala Desa Sungsang III H. Amirudin, Kepala Desa Sungsang IV Romi Adi Candra, Danpos AL Sungsang Capt Romi, Kapospol Airud Polda Sumsel Pangkalan Sandar Sungsang Brigpol Marsal, Ketua HNSI Sungsang Marlina, Dinas Perikanan Banyuasin, tokoh masyarakat Amir atau Bos Unyil, serta perwakilan nelayan dari Desa Marga Sungsang hingga Sungsang IV.
Perwakilan PT BLL, M. Arman Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun sinergi dengan masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan pemahaman nelayan mengenai area konsesi.
“Kami berharap masyarakat dan nelayan memahami area konsesi PT BLL beserta proses bisnis perusahaan, sehingga aktivitas melaut dapat berlangsung dengan aman dan nelayan tidak memasuki area konsesi demi keselamatan bersama,” ujar Arman.
Selain sosialisasi, peserta juga mengikuti pelatihan modifikasi jaring hela dasar yang menghadirkan narasumber dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) Semarang, Hudring S.ST.Pi., M.Si., didampingi Kotot dari Wilker PSDKP Sungsang.
Hudring menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai cara memodifikasi jaring hela dasar agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Melalui pelatihan ini kami ingin membantu nelayan memahami modifikasi alat tangkap sehingga dapat digunakan secara legal sesuai ketentuan. Dengan demikian, nelayan tetap dapat melaut sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan,” katanya.
PT BLL berharap kolaborasi bersama HNSI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat nelayan dapat terus terjalin. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi nelayan di wilayah Sungsang agar dapat beroperasi secara legal, aman, dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.

















