Scroll untuk baca artikel
PendidikanSeni dan Budaya

PUSPITA 2026 Hadirkan Edukasi Antikorupsi dengan Pendekatan Seni dan Kreativitas

×

PUSPITA 2026 Hadirkan Edukasi Antikorupsi dengan Pendekatan Seni dan Kreativitas

Sebarkan artikel ini

Magelang, UpdateKini – Pemerintah Kota Magelang menggelar Pekan Unggul Seni, Pidato, dan Talenta (PUSPITA) 2026 sebagai upaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak sejak dini melalui pendekatan seni dan kreativitas. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita Kota Magelang, Kamis (16/7/2026), merupakan kolaborasi Inspektorat Daerah Kota Magelang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB), serta Forum Anak Obor Masyarakat (OBAMA).

 

PUSPITA 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional sekaligus mendukung program Pariwara Antikorupsi Kota Magelang. Melalui berbagai perlombaan, anak-anak diajak mengenal dan menginternalisasi nilai-nilai integritas sejak usia dini.

 

Sebanyak 211 peserta mengikuti berbagai kategori lomba, terdiri atas lomba mewarnai tingkat TK sebanyak 37 peserta, lomba menggambar tingkat SD/sederajat 69 peserta, lomba menggambar tingkat SMP/sederajat 63 peserta, lomba melukis mini canvas tingkat SMP/sederajat 25 peserta, serta lomba sesorah tingkat SMA/sederajat yang diikuti 17 peserta.

 

Pelaksana Harian (Plh) Inspektur Daerah Kota Magelang, Indah Sri Palupi, mengatakan kompetisi tersebut bertujuan membentuk generasi yang memiliki karakter kuat melalui penanaman nilai-nilai integritas.

 

Menurutnya, melalui lomba tersebut anak-anak diperkenalkan pada nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab yang diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.

 

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan bahwa kejujuran merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter manusia.

 

Ia menyampaikan bahwa kejujuran memerlukan edukasi dan literasi yang terus ditanamkan sejak dini. Menurutnya, kejujuran menjadi modal dasar agar seseorang tumbuh menjadi pribadi yang utuh dan berkualitas.

 

Damar juga mendorong agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan variasi yang lebih beragam. Ia menilai kompetisi menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan semangat berprestasi sejak dini, sehingga berharap Dinas Pendidikan terus memfasilitasi berbagai ajang kreativitas bagi anak-anak di Kota Magelang.