Updatekini.Com, Palembang – Dunia olahraga Sumatera Selatan memasuki fase baru dengan dimulainya 1st Savate Sumatera Selatan Championship 2025, Ahad (8/12/2025). Tidak sekadar ajang tanding, gelaran di GMMA (Gajah Mada Martial Arts), Palembang ini menandai langkah strategis Sumsel dalam membangun ekosistem savate yang lebih profesional dan berstandar Nasional.
Berbeda dengan kejuaraan daerah pada umumnya, event perdana ini dibuka dengan ujian praktik seminar pelatihan wasit–juri—sebuah komponen yang jarang mendapat sorotan, namun justru menjadi kunci penting kemajuan olahraga.
Ketua Umum Federasi Savate Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Amiruddin Sandy, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa penguatan sisi regulasi dan perwasitan adalah pondasi untuk mengantar atlet Sumsel bersaing di level lebih tinggi.
“Hari ini bukan hanya Kejurda, tapi juga ujian praktik pelatihan wasit dan juri. Ini bagian dari upaya kita memastikan Sumsel memiliki standar pertandingan yang benar-benar sesuai aturan savate internasional,” jelas Amiruddin. “Ada 24 atlet yang bertanding dan 62 peserta pelatihan wasit–juri. Artinya, kesiapan kita secara teknis sudah sangat matang,” jelasnya.
Pada hari pertama, kategori assaul menjadi pembuka rangkaian pertandingan, sebelum masuk ke kategori bergengsi lainnya.
Dari tingkat kota, Federasi Savate Kota Palembang datang dengan ambisi besar. Ketua Umum Aan Rizalni Kurniawan memastikan bahwa Palembang tidak hanya menurunkan atlet, tetapi juga menyiapkan ekosistem pelatih serta juri yang kompeten.
“Ada 16 atlet Palembang yang berlaga. Mereka akan bersaing di dua kategori: memakai pengaman dan kategori combat, yang tanpa pengaman,” jelas Aan.
Kategori combat sendiri menjadi sorotan, karena menuntut ketahanan dan teknik tingkat tinggi.
“Risikonya besar. Duel combat menuntut KO sebagai penentu kemenangan, jadi tim medis dan teknis harus berada pada kesiapan maksimal,” ujarnya.
Aan menegaskan bahwa Kejurda ini menjadi gerbang menuju Kejurnas Savate di Bandung pada Mei 2025, di mana Palembang menargetkan hasil tertinggi.
“Target kami jelas: emas. Persiapan atlet sudah disusun untuk meminimalisir cedera dan memaksimalkan performa.”
Mengukur Kekuatan Sumsel: Ekosistem Atlet hingga perwasitan.
Dengan total peserta lebih dari 80 orang, Kejurda Savate Sumsel 2025 menjadi salah satu event terbesar di wilayah ini. Tidak hanya memetakan potensi atlet, kegiatan pelatihan wasit juri memberikan sinyal bahwa Sumsel tengah membangun sistem savate yang berkesinambungan—mulai dari pembinaan atlet muda hingga kesiapan perangkat pertandingan.
Pertandingan akan berlangsung sepanjang akhir pekan, dan para juara tiap kategori akan diproyeksikan sebagai wakil Sumsel di panggung nasional.
Event ini menegaskan satu hal penting: Savate Sumatera Selatan tidak lagi sekadar ikut serta, tetapi mulai membangun arah baru menuju prestasi profesional dan terukur.(Adi)
















