Palembang, UpdateKini – Satu tahun pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Ratu Dewa–Prima Salam (RDPS), mendapat sejumlah catatan dari pengamat. Selain dinilai mencatat keberhasilan di sektor layanan publik, pemerintah kota juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi.
Pengamat politik dari Lembaga Riset Public Trust Institute (PUTIN Riset), Fatkurohman, mengatakan performa layanan publik menjadi capaian paling menonjol pada tahun pertama pemerintahan RDPS.
“Tidak bisa dipungkiri keberhasilan kepemimpinan RDPS tahun pertama terdapat pada performa layanan publik pemerintahan. Tingkat kepercayaan sektor layanan publik menjadi yang tertinggi berdasarkan kajian kami,” ujar Fatkurohman dalam Kajian Terbatas Keberhasilan dan Tantangan RDPS, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, gaya komunikasi Wali Kota Ratu Dewa yang dinilai terbuka, responsif, dan tanpa jarak dengan masyarakat turut memberikan sentimen positif terhadap kepemimpinan tersebut.
Menurut pria yang akrab disapa Bung FK itu, hasil pemetaan percakapan media sosial di enam daerah pemilihan (dapil) di Palembang menunjukkan sentimen positif terhadap Ratu Dewa mencapai 48 persen. Sementara sentimen negatif berada di angka sekitar 30 persen, dan sisanya netral.
“Dalam kajian kami, elektoral RD masih terjaga jika dibandingkan dengan hasil Pilkada Palembang 2024 lalu,” ungkap alumni FISIP Universitas Sriwijaya tersebut.
Meski demikian, PUTIN Riset mencatat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah kota ke depan, salah satunya kemacetan lalu lintas yang masih menjadi keluhan masyarakat.
“Isu kemacetan masih menjadi sentimen negatif yang cukup kuat. Jika ditelusuri, ini berkaitan dengan performa transportasi publik dan sarana pendukung seperti halte yang dinilai menurun dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Ia menilai layanan transportasi publik, khususnya Trans Musi, menjadi salah satu sektor yang paling banyak disorot masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Light Rail Transit (LRT) sebagai moda transportasi modern di Palembang perlu didukung oleh sistem transportasi publik yang terintegrasi dan fasilitas yang memadai.
“Saat ini Palembang sudah memiliki LRT pertama di Indonesia. Hal ini harus didukung dengan transportasi publik yang baik serta halte yang layak karena menyangkut wajah Kota Palembang,” ujarnya.
Fatkurohman juga mengingatkan bahwa posisi strategis Palembang sebagai pusat kawasan Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) akan semakin kuat dengan tersambungnya sejumlah ruas tol, seperti Lampung–Palembang, Jambi–Palembang, dan Bengkulu–Palembang.
Karena itu, ia menilai Palembang perlu menyiapkan diri sebagai kota modern dengan sarana publik yang memadai serta program dan event kreatif yang mampu menarik kunjungan.
“Palembang harus siap dengan visi tersebut agar menjadi kota yang kompetitif, nyaman, dan ramah untuk dikunjungi,” tandasnya. (*)
















