Scroll untuk baca artikel
Migas

Sumur BNN-6 di Ogan Ilir Temukan Lapisan Minyak Baru, Uji Alir Capai 1.257 BOPD

×

Sumur BNN-6 di Ogan Ilir Temukan Lapisan Minyak Baru, Uji Alir Capai 1.257 BOPD

Sebarkan artikel ini

Ogan Ilir, UpdateKini – PT Pertamina EP (PEP) bersama mitra kerja sama operasi (KSO), Bass Oil Sukananti Limited (KSO BOSL), berhasil menemukan lapisan minyak baru pada Sumur BNN-6 di Struktur Bunian, Desa Tanjung Miring, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

 

Temuan tersebut ditandai dengan hasil uji alir awal yang mencatat laju produksi sebesar 1.257 barel minyak per hari (BOPD). Capaian ini membuka peluang pengembangan potensi minyak di Lapangan Tangai Sukananti.

 

Sumur BNN-6 mulai dibor pada 5 Juni 2026 dengan metode pengeboran berarah hingga mencapai kedalaman akhir 1.807 meter. Pengeboran tersebut menargetkan Formasi Talang Akar dan berhasil menemukan Lapisan M pada kedalaman 1.769 meter. Lapisan ini merupakan zona baru yang sebelumnya belum pernah diproduksikan.

 

Berdasarkan hasil pengujian pada 8–10 September 2026, Sumur BNN-6 mencatat laju alir awal sebesar 1.257 BOPD. Pengukuran dilakukan secara langsung melalui tangki di lokasi sumur dengan bukaan choke 10,5 milimeter (26/64 inci) dan rata-rata tekanan kepala sumur (THP) sebesar 440 psi.

 

Selain Lapisan M, terdapat dua lapisan potensial lainnya yang akan menjalani pengujian pada tahap berikutnya menggunakan fasilitas Well Testing Unit dan EMR.

 

Hasil pengujian lanjutan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan laju produksi optimum sebelum sumur mulai diproduksikan secara komersial dan berkelanjutan.

 

General Manager KSO BOSL, Andri Luthfi Lukman Hakim, mengatakan temuan Lapisan M menunjukkan bahwa Lapangan Tangai Sukananti masih memiliki peluang pengembangan yang ekonomis.

 

“Temuan ini membuktikan bahwa lapangan KSO masih memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pengelolaan reservoir yang tepat dan operasional yang andal. Kami berkomitmen melanjutkan pengembangan secara berkelanjutan dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi migas nasional,” ujar Andri.

 

Apresiasi atas keberhasilan pemboran Sumur BNN-6 juga disampaikan Senior Manager Partnership Regional 1, Asrin Sarsono. Menurutnya, hasil uji alir tersebut menunjukkan potensi positif dari kolaborasi antara Pertamina EP dan mitra KSO dalam mengoptimalkan sumber daya minyak dan gas bumi.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, turut mengapresiasi capaian tersebut.

 

Ia menyampaikan bahwa SKK Migas terus mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan mitra kerja untuk mempercepat kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, serta optimalisasi potensi produksi migas.

 

“SKK Migas terus mendorong KKKS dan mitra kerja untuk mempercepat eksplorasi, pengembangan lapangan, dan optimalisasi potensi produksi. Kami berharap hasil positif Sumur BNN-6 dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan kontribusi terhadap produksi migas nasional serta ketahanan energi,” ungkap Bambang.

 

Keberhasilan Sumur BNN-6 menjadi capaian positif dalam upaya optimalisasi sumber daya migas di Sumatera Selatan. Penemuan lapisan baru ini sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut di Struktur Bunian guna mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional. (***)