Jakarta, UpdateKini – Melalui siaran pers Kementerian Keuangan, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan ekonomi dengan Korea Selatan, salah satunya melalui pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Komitmen tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Korea-Indonesia Economic Partnership Forum 2026 di Jakarta, Jumat (26/6).
Dalam forum tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pengembangan industri masa depan, khususnya ekosistem kendaraan listrik, menjadi salah satu dari lima strategi utama pemerintah untuk mempererat kerja sama ekonomi kedua negara.
Menurutnya, Indonesia mengajak perusahaan-perusahaan Korea Selatan menggabungkan keunggulan teknologi yang dimiliki dengan potensi sumber daya mineral kritis Indonesia. Sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia yang menguasai sekitar 50 hingga 60 persen pasokan nikel global, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik yang terintegrasi.
“Indonesia membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk membangun ekosistem baterai yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Purbaya.
Selain mendorong investasi di sektor kendaraan listrik, pemerintah juga menawarkan berbagai kemudahan bagi investor Korea Selatan melalui penguatan koordinasi lintas instansi untuk menyelesaikan hambatan regulasi, optimalisasi implementasi Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), serta pemanfaatan pendanaan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) senilai 1,5 miliar dolar AS untuk proyek-proyek infrastruktur prioritas.
Purbaya menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga kepastian kebijakan, pengelolaan fiskal yang sehat, serta menciptakan iklim investasi yang kompetitif guna mendukung investasi jangka panjang.
Ia optimistis kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di sektor kendaraan listrik akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara, tidak hanya dalam memperkuat industri manufaktur, tetapi juga mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
“Saya sangat yakin bahwa kerja sama yang lebih dalam dengan Korea Selatan melalui kerangka perdagangan yang maju, pembiayaan infrastruktur strategis, dan ekosistem baterai sirkular yang berkelanjutan akan memberikan manfaat yang berarti bagi kedua negara,” pungkasnya. (*)

















