Jakarta, UpdateKini – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta untuk mengambil peran dalam mewujudkan praktik green shipping sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan maritim.
Ajakan tersebut disampaikan Brian saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka STIP Jakarta, Rabu (15/7). Menurutnya, perwira transportasi laut tidak hanya dituntut menguasai teknologi maritim, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon, peningkatan efisiensi energi, pencegahan pencemaran laut, serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut bagi generasi mendatang.
Brian menegaskan, perkembangan praktik green shipping menuntut hadirnya sumber daya manusia maritim yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mampu beradaptasi dengan transformasi industri pelayaran global.
Selain itu, ia menilai Indonesia membutuhkan SDM maritim yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Melalui kebijakan Kampus Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, STIP dinilai memiliki posisi strategis untuk mengembangkan riset di bidang keselamatan pelayaran, digitalisasi pelabuhan, smart logistics, green shipping, serta teknologi navigasi melalui penguatan kolaborasi dengan industri.
Brian juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan integritas dan etika profesi. Menurutnya, lulusan STIP diharapkan menjadi perwira yang profesional sekaligus pemimpin maritim yang mampu membawa kemajuan bagi Indonesia.
Menutup arahannya, Brian membekali para wisudawan dengan empat nilai yang perlu dipegang dalam menghadapi dunia yang penuh tantangan, yakni persistence untuk terus melangkah secara konsisten, perseverance atau ketangguhan untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah, grit sebagai perpaduan keberanian, semangat, dan komitmen jangka panjang, serta humble atau rendah hati.
“Semakin tinggi ilmu dan jabatan yang saudara-saudara miliki, maka semakin rendah hati pula seharusnya sikap saudara-saudara. Di atas kapal, kepemimpinan tidak dibangun oleh pangkat semata, tetapi jauh lebih penting adalah keteladanan,” ujar Brian.
















