Prabumulih, UpdateKini – 289 narapidana di Lapas Prabumulih menerima remisi dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Remisi tersebut menjadi pengurangan masa pidana sekaligus kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Wali Kota Prabumulih H. Arlan mengingatkan agar remisi yang diberikan negara tidak sekadar dipandang sebagai pengurangan masa hukuman. Warga binaan diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbenah dan membekali diri selama menjalani pembinaan.
“Harapannya jangan sampai remisi yang sudah diberikan oleh negara tidak dimanfaatkan dengan baik. Tentunya mereka harus berbenah dan membekali diri agar ke depannya menjadi masyarakat yang lebih baik,” ujar Arlan.
Menurutnya, proses pembinaan perlu dimanfaatkan secara maksimal agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Para warga binaan diharapkan mampu menjalani kehidupan secara lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana dan dapat kembali menjadi bagian dari masyarakat serta memberikan kontribusi positif.
Sementara itu, Kepala Lapas Prabumulih, Sandy Wiguna, S.Kom., M.Si., mengatakan 289 warga binaan yang mendapatkan remisi diharapkan dapat memanfaatkan pengurangan masa pidana yang diberikan negara sebagai momentum untuk berubah menjadi lebih baik.
“Harapannya jangan sampai remisi yang sudah diberikan oleh negara tidak dimanfaatkan dengan baik. Tentunya mereka harus berbenah dan membekali diri agar ke depannya menjadi masyarakat yang lebih baik,” katanya.
Di sisi lain, Lapas Prabumulih juga masih menghadapi keterbatasan suplai air bersih. Pemerintah Kota Prabumulih berencana menyediakan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lapas.
“Kurangnya suplai air bersih menjadi salah satu persoalan. Solusi dari Pak Wali Kota nantinya akan dibuatkan sumur bor dalam waktu yang singkat,” ujar pihak terkait.
Pemberian remisi bagi 289 narapidana tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan, bukan sekadar pengurangan masa pidana. Warga binaan diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat. (Ary)

















