Pali, UpdateKini – Pertamina EP (PEP) Pendopo Field bersama Medco E&P menggelar edukasi media bagi insan pers di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat sinergi antara industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan media massa sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis di era digital.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Media: Sinergi Hulu Migas bersama Jurnalis guna Menciptakan Konten Media Edukasi di Era Digital” tersebut berlangsung di Gedung Arsendora, Kompleks Pertamina Pendopo, Rabu (2/9/2026).
Sekitar 70 wartawan dari berbagai media di Kabupaten PALI mengikuti kegiatan yang diinisiasi PEP Pendopo Field dan Medco E&P tersebut.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Safe’i Syafri, mengapresiasi penyelenggaraan edukasi media tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu sarana membangun komunikasi dan meningkatkan pemahaman insan pers mengenai kegiatan industri hulu migas, khususnya di wilayah operasional Sumbagsel.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar silaturahmi, satukan langkah agar kokoh berdiri, mari bersama kita jaga harmoni demi ketahanan energi negeri,” ujar Safe’i saat membuka kegiatan.
Senior Manager PEP Pendopo Field, Hermansyah, mengatakan media memiliki peran strategis sebagai mitra industri hulu migas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung pencapaian ketahanan energi nasional.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dengan media massa di wilayah operasi.
“Pertamina EP Pendopo Field percaya, rekan-rekan media adalah mitra strategis hulu migas yang mampu mendorong dan menjaga KKKS untuk mencapai target ketahanan energi nasional. Misalnya, di kondisi banyaknya karhutla saat ini, rekan-rekan media menjadi garda depan untuk menyampaikan bahaya membakar lahan, apalagi di sekitar wilayah operasi hulu migas,” ungkap Hermansyah.
Sementara itu, Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia, Hirmawan Eko Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas, Pertamina EP, dan wartawan PALI atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi dengan media semakin penting di tengah perkembangan era digital yang membuat informasi tersebar dengan cepat.
“Kolaborasi dengan media sangat penting, terutama di era digital di mana informasi tersebar cepat. Melalui edukasi media ini, kami berharap dapat mendukung jurnalisme yang sehat, akurat, dan berimbang tentang industri hulu migas,” ujar Eko.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber. Pjs. Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagsel, Febryan, menyampaikan perkembangan kegiatan hulu migas di wilayah Sumbagsel, mulai dari aktivitas produksi para KKKS hingga dampak berganda yang dihasilkan bagi daerah.
Selanjutnya, pegiat media sosial sekaligus content creator, Juju Onyols, memberikan workshop mengenai pengemasan konten jurnalistik di media sosial. Peserta mendapatkan pembekalan untuk menyajikan konten yang menarik tanpa mengabaikan etika dan prinsip jurnalistik.
Materi lainnya disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten PALI, Joko Sadewo, dengan tema “Etika Bermedia Sosial bagi Wartawan”.
Dalam pemaparannya, Joko mengingatkan bahwa wartawan tetap harus berpegang pada kode etik jurnalistik dan ketentuan hukum ketika memproduksi maupun menyebarkan informasi melalui media sosial.
“Wartawan bagaimanapun tetap wartawan, oleh karenanya ada suatu kewajiban bagi kita memproduksi konten yang mematuhi kode etik jurnalistik dan aturan hukum yang berlaku,” tegas Joko.
Melalui kegiatan ini, PEP Pendopo Field dan Medco E&P berharap hubungan kemitraan dengan media massa di Kabupaten PALI semakin kuat. Selain menjadi ruang berbagi pengetahuan, edukasi tersebut diharapkan mendorong penyebaran informasi industri hulu migas yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. (***)
















