Scroll untuk baca artikel
InternasionalTeknologi

Airlangga Bidik Investasi AI dan Robotika dari Tiongkok Lewat WAICO

×

Airlangga Bidik Investasi AI dan Robotika dari Tiongkok Lewat WAICO

Sebarkan artikel ini

Jakarta, UpdateKini – Pemerintah menargetkan peningkatan investasi di sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), robotika, dan teknologi tinggi dari Tiongkok melalui penandatanganan pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia dalam kunjungan kerja ke Shanghai, Tiongkok, pada 16–19 Juli 2026.

Penandatanganan WAICO menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat ekosistem industri nasional. WAICO merupakan organisasi internasional yang diinisiasi sebagai wadah untuk merumuskan tata kelola, standar etika, dan kolaborasi pengembangan AI di tingkat global.

Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan tindak lanjut konkret atas komitmen kerja sama bilateral di bidang ekonomi digital yang telah ditandatangani Menko Airlangga bersama Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao pada 2022.

“Keterlibatan Indonesia sebagai salah satu penandatangan pertama dalam pembentukan organisasi ini menegaskan komitmen proaktif pemerintah untuk memastikan Indonesia berperan sebagai subjek utama dalam konstelasi ekonomi digital dunia, bukan sekadar menjadi pasar,” ujar Airlangga di Shanghai, Kamis (16/7).

Selain penandatanganan WAICO, kunjungan kerja tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis, mengamankan komitmen investasi, serta mendorong kolaborasi transfer teknologi di sektor AI, infrastruktur telekomunikasi, dan robotika canggih bersama sejumlah perusahaan terkemuka Tiongkok.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi investasi bilateral menuju sektor-sektor bernilai tambah tinggi. Pada 2025, nilai investasi Tiongkok di Indonesia mencapai USD7,5 miliar. Jika digabungkan dengan investasi dari Hong Kong sebesar USD10,6 miliar, total Penanaman Modal Asing (PMA) dari kedua wilayah tersebut menjadi yang terbesar secara nasional.

Selain investasi, hubungan perdagangan Indonesia dan Tiongkok juga terus tumbuh. Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan total nilai perdagangan mencapai USD167,36 miliar pada 2025 berdasarkan data General Administration of Customs of China (GACC). Sementara pada periode Januari–Juni 2026, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD5,6 miliar.

Pemerintah menilai investasi Tiongkok di Indonesia selama ini masih didominasi sektor industri dasar, seperti industri logam dan ketenagalistrikan. Melalui penandatanganan WAICO, pemerintah menargetkan adanya lompatan aliran modal ke sektor industri berteknologi tinggi yang mampu memperkuat transformasi ekonomi nasional, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Sebagai tindak lanjut, Airlangga dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan bisnis dan promosi investasi dengan jajaran pimpinan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka Tiongkok, yakni ByteDance, Unitree, Deep Robotics, dan FiberHome.

“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peluang kerja sama konkret yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem industri teknologi tinggi, memperluas transfer pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat daya saing industri nasional,” tegas Airlangga.

Dalam rangkaian penandatanganan WAICO di Shanghai, Airlangga didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, serta Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir.