Palembang, UpdateKini – Perjalanan panjang Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Miftahul Jannah di Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, menjadi bukti bahwa niat tulus dan semangat pengabdian mampu melahirkan perubahan besar bagi masyarakat.
Hal itu tergambar dalam kegiatan Peresmian Aula TPQ Miftahul Jannah dan Pelantikan Pengurus Masjid Miftahul Jannah Periode 2026–2029 yang digelar pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM Kota Palembang, Edison S.Sos., mewakili Wali Kota Palembang, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, wali santri, alumni, dan warga sekitar.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 700 peserta. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari meski cuaca sempat diguyur hujan. Banyak warga yang rela meluangkan waktu, bahkan meninggalkan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari untuk mengikuti rangkaian acara yang dianggap sebagai momentum bersejarah bagi TPQ dan Masjid Miftahul Jannah.
Dalam sambutannya, pendiri TPQ Miftahul Jannah, Tri Suharyono dan Rahmad, mengenang kembali perjalanan lembaga pendidikan Al-Qur’an tersebut yang dimulai pada 5 Maret 2014. Saat itu kondisi Masjid Miftahul Jannah di Jalan Kolonel Sei Husein RT 06 RW 13 Talang Betutu masih sangat memprihatinkan.
Shalat berjamaah hanya diikuti segelintir orang, sementara anak-anak di lingkungan sekitar belum banyak yang belajar mengaji di masjid. Berangkat dari keprihatinan tersebut, dua sahabat yang terdiri dari anggota TNI AU Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II, Tri Suharyono, dan guru SMP Muhammadiyah 5 Kertapati, Rahmad, bertekad menghidupkan masjid melalui pendidikan Al-Qur’an.

Tanpa modal besar, tanpa proposal, dan tanpa seremoni khusus, keduanya memulai kegiatan belajar mengaji hanya dengan dua lembar karpet bekas yang digelar di serambi masjid. Berbekal keyakinan, doa, dan kerja keras, mereka mendatangi rumah-rumah warga satu per satu untuk mengajak anak-anak mengikuti kegiatan mengaji secara gratis.
Perjuangan itu tidak selalu mudah. Penolakan dan keraguan dari sebagian masyarakat sempat mereka hadapi. Namun keduanya tidak menyerah. Sedikit demi sedikit kepercayaan masyarakat tumbuh hingga jumlah santri terus bertambah.
Pada angkatan pertama tahun 2014, TPQ Miftahul Jannah berhasil menghimpun sekitar 70 santri dari berbagai jenjang usia. Mereka belajar dalam keterbatasan sarana dan prasarana, namun penuh semangat untuk mempelajari Al-Qur’an.
Perjalanan tersebut turut didukung para ustaz dan ustazah yang mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan, di antaranya Nurma Ningsih, almarhumah Yana, Husein, almarhumah Yusmani Yus, Lia Rezki Donalisa, Legina, Ari Widayanti, dan Erna. Sebagian dari mereka bahkan berhasil meraih sertifikasi BKPRMI Pusat sebagai bentuk peningkatan kompetensi dalam pendidikan Al-Qur’an.
Nama Miftahul Jannah yang berarti “Kunci Surga” dipilih sebagai harapan agar setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca para santri menjadi jalan kebaikan bagi anak-anak, orang tua, guru, dan seluruh masyarakat. Dari masjid yang dahulu sepi, kini suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema setiap hari dan menjadi bagian dari kehidupan warga sekitar.
Memasuki usia ke-12 tahun, TPQ Miftahul Jannah berkembang pesat. Jumlah santri kini mencapai sekitar 205 orang. Selain memiliki aula baru yang representatif untuk kegiatan pembelajaran, TPQ ini juga telah melahirkan alumni yang menjadi hafiz Al-Qur’an, melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren, menempuh pendidikan tinggi, hingga menjadi imam masjid.
Tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, TPQ Miftahul Jannah juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti khitanan gratis, pembagian sayur mayur setiap Jumat bagi yatim dan santri, serta berbagai program sosial lainnya yang melibatkan masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Masjid Miftahul Jannah, Iskandar, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., yang telah berkenan melantik pengurus Masjid Miftahul Jannah periode 2026–2029 melalui perwakilan Pemerintah Kota Palembang.
Iskandar juga menyampaikan doa agar Wali Kota Palembang senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin Kota Palembang.
Sementara itu, Pendiri TPQ Miftahul Jannah, Tri Suharyono, mengatakan sebagian masyarakat memang sempat merasa kecewa karena belum dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Palembang yang sebelumnya dijadwalkan hadir pada kegiatan tersebut.
Menurut Tri, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang sejak pagi hari. Bahkan sebagian rela meninggalkan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari demi menghadiri acara dan berharap dapat bersilaturahmi secara langsung dengan pemimpin Kota Palembang itu.
“Kami memahami ada sebagian masyarakat yang merasa kecewa karena berharap bisa bertemu langsung dengan Bapak Ratu Dewa. Antusiasme warga memang sangat tinggi. Namun kami juga memahami bahwa beliau memiliki agenda dan tanggung jawab yang besar sebagai kepala daerah,” ujar Tri.
Meski demikian, Tri menegaskan bahwa ketidakhadiran Wali Kota tidak mengurangi rasa hormat dan apresiasi masyarakat terhadap perhatian Pemerintah Kota Palembang terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan Al-Qur’an.
“Kami tetap berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Masjid dan TPQ Miftahul Jannah. Semoga Bapak Wali Kota senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin Kota Palembang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 31 orang pengurus Masjid Miftahul Jannah resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2029. Pengurus yang dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik serta terus mengembangkan peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Hingga saat ini, seluruh kegiatan pendidikan di TPQ Miftahul Jannah tetap diselenggarakan secara gratis tanpa memungut biaya dari para santri. Komitmen tersebut terus dipertahankan sebagai bentuk pengabdian kepada umat dan upaya memberikan akses pendidikan Al-Qur’an kepada seluruh lapisan masyarakat.
Perjalanan TPQ Miftahul Jannah dari dua orang penggerak, dua lembar karpet, hingga menjadi rumah pendidikan bagi ratusan santri hari ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan keikhlasan mampu menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat dan generasi mendatang. (*)

















