Scroll untuk baca artikel
Selebriti

Inul Pernah Masuk Rumah Sakit Usai Dibully saat Jadi Juri Ajang Pencarian Bakat

×

Inul Pernah Masuk Rumah Sakit Usai Dibully saat Jadi Juri Ajang Pencarian Bakat

Sebarkan artikel ini

Jakarta, UpdateKini – Pedangdut Inul Daratista mengungkap pengalaman pahit yang pernah dialaminya saat menjadi juri ajang pencarian bakat. Ia mengaku sempat mengalami stres hingga harus dirawat di rumah sakit selama tiga hari setelah menjadi sasaran bully dan hujatan di media sosial akibat keputusan yang diambilnya sebagai juri.

Pengakuan tersebut disampaikan Inul saat menjadi bintang tamu di podcast Podkesmasasia yang tayang pada Senin (20/7). Dalam perbincangan itu, ia menjelaskan bahwa tanggung jawab seorang juri jauh lebih berat daripada yang terlihat di layar televisi.

Menurut Inul, seorang juri tidak hanya memberikan penilaian berdasarkan hati nurani. Dalam proses produksi acara, juri juga menerima arahan melalui feeding, sehingga harus mampu menyeimbangkan penilaian pribadi, kepentingan produksi, serta menjaga agar keputusan tetap dapat diterima peserta dan penonton.

“Kalau enggak cocok dengan hati nurani kita sebagai juri itu ada tantangan. Jadi kita memang harus cari celah yang pintar supaya semua pihak bisa menerima,” ujar Inul.

Saat ditanya apakah masih membaca komentar warganet, Inul mengaku pernah terlalu larut mengikuti berbagai komentar di media sosial. Kebiasaan itu justru membuat kondisi mentalnya terganggu.

Ia mengenang masa ketika media sosial mulai ramai dengan komentar-komentar pedas. Saat itu, Inul mengaku dihujani berbagai cibiran, mulai dari disebut juri yang tidak becus, tidak mampu memilih peserta, hingga mendapat kata-kata kasar.

“Aku baca langsung stres, masuk rumah sakit tiga hari. Rasanya kayak aku ada yang salah,” ungkapnya.

Inul menjelaskan bahwa feeding merupakan arahan yang diterima juri melalui ear monitor dari tim produksi selama acara berlangsung. Arahan tersebut menjadi bagian dari proses produksi sehingga terkadang keputusan juri tidak sepenuhnya didasarkan pada penilaian pribadi.

Di sisi lain, penonton tidak selalu mengetahui proses tersebut. Akibatnya, ketika hasil penilaian dianggap tidak sesuai harapan, para juri kerap menjadi sasaran kritik bahkan bully di media sosial.

Meski pernah mengalami tekanan hingga memengaruhi kesehatannya, Inul mengaku pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga. Kini ia lebih bijak menyikapi komentar publik dan memahami bahwa profesi juri membutuhkan profesionalisme, keteguhan mental, serta kemampuan mengambil keputusan di tengah berbagai kepentingan.