Scroll untuk baca artikel
Nasional

Ketua KAHMI Sumsel: Sudah Saatnya Putra Sumbagsel Diberi Kesempatan Memimpin Indonesia

×

Ketua KAHMI Sumsel: Sudah Saatnya Putra Sumbagsel Diberi Kesempatan Memimpin Indonesia

Sebarkan artikel ini

Update Kini, Palembang — Ketua Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Selatan, Indra Gunawan, S.Si., M.Si., menyampaikan pandangannya dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Indra, momentum kemerdekaan tidak semestinya hanya menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, peringatan kemerdekaan harus menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus melihat kembali apakah cita-cita kemerdekaan berupa keadilan, kesejahteraan dan pemerataan kesempatan telah dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

Indra secara khusus menyoroti keterwakilan masyarakat Sumatera dalam perjalanan kepemimpinan nasional. Ia menilai, setelah era Bung Hatta, belum ada lagi tokoh dari Pulau Sumatera yang mendapat kesempatan memimpin Indonesia sebagai presiden. Terlebih lagi, belum ada putra-putri dari kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang dipercaya menduduki posisi puncak kepemimpinan nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi bahan renungan bersama, bukan dalam kerangka mempertentangkan satu daerah atau kelompok dengan kelompok lainnya, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun rasa kebangsaan dan memperkuat persatuan Indonesia.

“Perlu membangun satu rasa kebangsaan. Oleh karena itu perlu diberi kesempatan putra-putri yang lain untuk jadi presiden atau wakil presiden, putra Melayu, putra Kalimantan, putra Papua, putra Aceh, dan lain sebagainya. Agar sesama anak bangsa tidak merasa didominasi oleh kelompok dan etnis tertentu. Itu cara merawat Indonesia,” ujar Indra.

Regenerasi Kepemimpinan Nasional
Indra juga menekankan pentingnya regenerasi dalam kepemimpinan nasional. Menurut dia, demokrasi Indonesia harus memberikan ruang yang lebih luas bagi munculnya tokoh-tokoh dari berbagai daerah dengan kapasitas, integritas dan rekam jejak yang mumpuni.

Ia berharap para elite politik nasional tidak hanya melihat persoalan kepemimpinan dari perspektif kepentingan politik jangka pendek. Regenerasi kepemimpinan, kata dia, penting untuk memastikan seluruh anak bangsa memiliki rasa memiliki yang sama terhadap Indonesia.

“Mari beri kesempatan untuk yang lain. Saya berharap ada putra Sumbagsel yang jadi presiden atau jadi wakil presiden di pemilu yang akan datang,” tegasnya.
Bagi Indra, munculnya pemimpin nasional dari berbagai latar belakang daerah bukan sekadar persoalan pergantian figur. Lebih jauh, hal tersebut merupakan simbol bahwa Indonesia adalah milik seluruh rakyat, dari Sabang sampai Merauke.

Ia meyakini banyak tokoh potensial dari Sumbagsel yang memiliki kapasitas untuk tampil di panggung nasional. Karena itu, kesempatan untuk memimpin Indonesia menurutnya tidak boleh selalu berputar pada figur atau kelompok yang sama.
Jangan Sampai Kekayaan Sumatera Tak Berbanding dengan Kesejahteraan Rakyat
Di sisi lain, Indra juga mengingatkan bahwa pembicaraan mengenai kepemimpinan nasional harus berjalan beriringan dengan persoalan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai kecintaan terhadap Indonesia harus dibuktikan melalui upaya nyata menghadirkan kehidupan yang lebih adil bagi seluruh rakyat.
“Memang kita semua mencintai Indonesia ini, tapi jika semakin hari menjauhkan rakyat dari keadilan dan kesejahteraan, maka kita dalam masalah yang serius,” katanya.
Indra kemudian mengingatkan kembali posisi strategis dan kekayaan alam Pulau Sumatera dalam sejarah Indonesia.

Sumatera, kata dia, sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam dan bahkan pernah dijuluki Swarnadwipa, atau “Pulau Emas”.
Karena itu, ia menilai kekayaan alam tersebut semestinya menjadi modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru menimbulkan kesenjangan.

“Saya juga mengingatkan bahwa Sumatera dikenal sebagai pulau yang kaya raya, bahkan pada masa lampau dijuluki Swarnadwipa, yang berarti ‘pulau emas’. Semestinya, dengan kekayaan tersebut, rakyat Sumatera sudah lebih adil dan sejahtera,” pungkasnya.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, lanjut Indra, diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa untuk berkontribusi dan memimpin Indonesia.