Scroll untuk baca artikel
LifestylePariwisata

Pelindo Bangun Marina 180 Yacht di Benoa, Lengkapi BMTH dengan Kawasan Hiburan dan Lifestyle

×

Pelindo Bangun Marina 180 Yacht di Benoa, Lengkapi BMTH dengan Kawasan Hiburan dan Lifestyle

Sebarkan artikel ini

Bali, UpdateKini – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus mengembangkan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa, Bali. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah pembangunan Marina District yang dirancang mampu menampung hingga 180 kapal yacht dengan panjang maksimum mencapai 90 meter.

 

Pengembangan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pelabuhan Benoa, Selasa (21/7/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan percepatan pengembangan BMTH sebagai kawasan pariwisata maritim terpadu sekaligus membahas sejumlah isu strategis guna mendukung operasional kawasan secara optimal.

 

Dalam kunjungan tersebut, AHY meninjau Area Pengembangan I BMTH yang direncanakan menjadi Marina District. Pemerintah juga membahas penataan kawasan, termasuk rencana relokasi kapal perikanan dari area pengembangan BMTH guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan mendukung pengembangan marina bertaraf internasional.

 

Selain itu, pemerintah membahas percepatan penyelesaian sejumlah regulasi terkait pengelolaan marina yacht dan kapal pesiar (cruise) sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan pariwisata maritim yang terintegrasi dan berdaya saing global.

 

“Pengembangan BMTH merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi maritim nasional. Negara telah hadir melalui dukungan investasi pemerintah, sehingga seluruh tahapan pengembangannya perlu kita selesaikan secara terpadu agar manfaat pembangunan ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat maupun perekonomian nasional,” ujar AHY.

 

Salah satu isu strategis dalam pengembangan BMTH adalah penataan kapal perikanan yang saat ini masih bersandar di kawasan BMTH. Penataan dilakukan secara bertahap seiring dengan rencana pembangunan Pelabuhan Perikanan Pengambengan sebagai lokasi relokasi aktivitas perikanan di masa mendatang.

 

Direktur Pengembangan Usaha Pelindo, Prasetyo, mengatakan penataan kawasan dilakukan untuk menciptakan tata kelola pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan mampu mengakomodasi berbagai aktivitas maritim secara berdampingan.

 

“Penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan kawasan pelabuhan yang aman, tertib, dan memiliki fungsi yang semakin optimal. Dengan pengaturan ruang dan alur pelayaran yang baik, aktivitas perikanan tetap dapat berjalan, sementara pengembangan marina internasional juga dapat berlangsung secara harmonis dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional,” kata Prasetyo.

 

Area Pengembangan I BMTH akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain entertainment district, lifestyle district, serta ruang publik yang terintegrasi sebagai destinasi pariwisata maritim bertaraf internasional.

 

Pengembangan BMTH juga diharapkan semakin memperkuat posisi Pelabuhan Benoa sebagai gerbang pariwisata maritim Indonesia. Sepanjang 2025, tercatat 65 kapal pesiar internasional bersandar di Pelabuhan Benoa, meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah wisatawan internasional yang datang melalui kapal pesiar mencapai sekitar 146 ribu orang atau tumbuh 36 persen secara tahunan.

 

Melalui sinergi antara pemerintah, Pelindo, dan seluruh pemangku kepentingan, pengembangan BMTH diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Bali, memperkuat daya saing pariwisata maritim Indonesia, sekaligus menjadikan Pelabuhan Benoa sebagai salah satu destinasi marina dan kapal pesiar terkemuka di kawasan Asia Pasifik.