UpdateKini.com, Palembang – Usai sudah gelaran piala dunia 2026 yang menggelar 104 pertandingan. Dibuka pada 12 Juni dan berakhir 19 Juli. Lebih 1 bulan segenap pencinta Bola dimanjakan tontonan yang seru dan menguras emosi serta menjungkirbalikkan banyak ramalan dan Prediksi.
Spanyol berhasil merengkuh gelar kedua Piala Dunia setelah harus menunggu 16 tahun. Spanyol juga mengulang memori Indah saat meraih Piala Eropa 2008 sebelum gelaran Piala Dunia 2010. Sebelum Piala Dunia 2026 Spanyol telah meraih Piala Eropa 2024. Bukan hanya mengulang prestasi prestisius Spanyol juga membuktikan sebagai tim yang paling mendekati kata sempurna. Hanya gawang Tj. Verde yang gagal dijebol penggawa Spanyol pada pertandingan pertama mereka. Hanya Charles d K penyerang Belgia yang mampu merobek gawang Spanyol yang dijaga Unai Simon. Lawan yang dihadapi Spanyol juga bukanlah lawan mudah sejak fase gugur. Di 32 besar Austria berhasil dibungkam 3-0, lalu di 16 Besar Portugal yang merupakan. Salah satu favorit Juara dikalahkan 1-0. Di 8 besar Belgia hampir menghancurkan Spanyol namun berkat mental Juara yang dimiliki Penggawa Spanyol mampu memulangkan Belgia dengan skor 2–1. Spanyol memasuki babak semifinal dengan status underdog karena harus bersua Prancis yang datang ke semifinal dengan jumawa karena menjadi tim palingan produktif karena telah mencetak 16 gol dari 6 pertandingan sebelumnya. Prancis juga membuktikan memiliki pertahanan paling kuat karena baru kebobolan 2 gol. Namun berkat kesabaran dan kolektivitas tim Spanyol menghancurkan Prancis dengan skor 2-0. Spanyol menjadi satu-satunya Kesebelasan yang tidak mampu dijebol oleh Prancis walau memiliki 2 pemain hebat di puncak top skor yaitu Mbappe dan Dembele. Prancis juga punya raja Assist Michael Olise. Namun Spanyol mampu membuktikan sebagai Tim yang siap merengkuh gelar Juara.
Di babak Final lawan Spanyol adalah sang Juara Bertahan Argentina yang memiliki Messi sang Maestro. Argentina juga datang ke final dengan modal sangat meyakinkan. Lini depannya sebagai salah satu tim paling produktif 19 gol yang telah dilesakkan Messi dkk. Namun Spanyol tetaplah Spanyol yang telah memiliki ciri khas dan mental baja yang tidak akan terpengaruh dengan nama besar Messi dan Argentina, mari kita lihat statistik di partai Final.
Argentina sang Juara Bertahan yang berambisi back to back juara hanya mampu melakukan total tembakan 3X. Yang pertama dari 3 tembakan baru di menit 116. Bandingkan dengan Spanyol yang 20 kali. Mari kita lihat tembakan ke arah gawang bila Spanyol mampu mencoba 11 kali sebagai upaya mencetak gol sedangkan Argentina nihil yang artinya Unai Simon sebagai Penjaga gawang nyaris ‘nganggur’ di Sepanjang pertandingan. Spanyol baru mampu mengkonversi peluang menjadi gol pada awal babak kedua extra time tepatnya menit ke 116 melalui pemain pengganti Ferran Torres hasil assist dari Nico Williams.
Dari catatan statistik tersebut jelas sudah menggambarkan betapa dominannya Spanyol menghadapi permainan keras Argentina yang akhirnya diganjar wasit 1 kartu merah setelah ENZO FERNANDES melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi di menit 90+2. Bahkan setelah pertandingan ada satu insiden memalukan dari Leandro Paredes yang kalap dengan mendorong dan mencekik Eric Garcia, Gavi yang datang untuk melerai kemudian malah diserang Paredes sampai Gavi terjatuh, akibatnya Paredes di beri Kartu Merah oleh wasit *Slavko Vincic* walau pertandingan usai dan Paredes bersiap akan mendapatkan sanksi tegas FIFA.
Berikut adalah penghargaan pemain pada gelaran Piala Dunia 2026:
Pemain Terbaik/Golden Ball
Rodri (Spanyo)
Kiper Terbaik/Golden Glove
Unai Simon (Spanyol)
Pemain Muda terbaik/Young Player
Pau Cubarsi (Spanyol)
Top Assist
Michael Olise (Prancis) dengan 7 Assist
Top score/Golden boat
Kyllian Mbappe (Prancis)
*Mbappe* sendiri selain sebagai top skor turnamen dengan 10 gol nya, juga telah melampaui rekor Messi sebagai pemain pencetak gol terbanyak sepanjang Piala Dunia yaitu 22 gol, Messi harus puas pensiun dengan 21 gol sementara di peringkat 2.
Yang menambah kontroversial FIFA adalah menobatkan Belanda sebagai Fair Play Team padahal hanya bermain 4 kali.

















