Scroll untuk baca artikel
Regional

Tak Hanya Atasi Sampah, PSEL Berpotensi Hasilkan Ratusan Miliar dari Pasar Karbon

×

Tak Hanya Atasi Sampah, PSEL Berpotensi Hasilkan Ratusan Miliar dari Pasar Karbon

Sebarkan artikel ini

Jakarta, UpdateKini – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tidak hanya diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah di berbagai daerah, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi melalui perdagangan karbon. Pemerintah menilai pengelolaan sampah yang mampu menekan emisi gas rumah kaca dapat membuka peluang pendapatan baru bagi daerah.

 

Mengutip siaran pers PT PLN (Persero), Selasa (21/7/2026), Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan reduksi emisi dari tata kelola sampah bukan hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikonversi menjadi komoditas bernilai ekonomi melalui pasar karbon nasional.

 

Menurutnya, daerah yang berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah akan memperoleh Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia (SPEI) yang dapat diperdagangkan di pasar karbon.

 

“Begitu Bapak mengurangi emisi 20 juta ton, ya mungkin Rp100 miliar-Rp150 miliar bisa dapat karena dijual di pasar karbon. Saya telah berhasil mengurangi emisi sekian juta atau sekian giga ton ekuivalen CO2, maka dijual ke pasar karbon. Nanti, dari KLHK akan dapat Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia dan itu dijual di pasar karbon,” ujar Jumhur dalam acara Waste to Energy Talks 2026 di Jakarta.

 

Selain memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi, proyek PSEL juga semakin menarik minat investor. Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut antusiasme investor dari dalam maupun luar negeri terhadap proyek ini sangat tinggi.

 

Menurut Pandu, proyek PSEL menjadi salah satu proyek waste to energy terbesar di dunia sehingga banyak institusi keuangan dan investor global berlomba-lomba untuk berpartisipasi.

 

Di sisi lain, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan PLN siap menjadi offtaker dengan menyerap seluruh listrik yang dihasilkan dari proyek PSEL melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) jangka panjang.

 

“Kami memberikan jaminan kepada para mitra bahwa listrik yang dihasilkan akan diambil oleh PLN sebagai offtaker. Para mitra tidak perlu khawatir, komitmen jangka panjang PLN sudah teruji di berbagai sektor pembangkit lainnya yang bahkan memiliki Power Purchase Agreement (PPA) lebih dari 30 tahun,” kata Suroso.

 

Ia menambahkan, PSEL akan memperkuat bauran energi baru terbarukan PLN sekaligus menjadi solusi atas persoalan darurat sampah di berbagai kota. Menurutnya, apabila diperlukan, program tersebut siap diterapkan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.