Jakarta, UpdateKini – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan perizinan melalui platform SYNERGY (Synchronize, Energize, & Digitalize). Inovasi berbasis geospasial dan kecerdasan buatan (AI) tersebut berhasil menciptakan potensi efisiensi dan penghindaran biaya hingga USD25 juta, sekaligus mempercepat proses perizinan perusahaan hingga 85 persen.
Platform SYNERGY mengintegrasikan data perizinan, informasi spasial, dashboard monitoring, serta kemampuan pencarian berbasis kecerdasan buatan ke dalam satu ekosistem digital. Melalui sistem ini, Pertamina mampu mengelola lebih dari 5.000 dokumen perizinan aktif dan mendukung pengelolaan 322 izin operasional kritikal dengan tingkat keberhasilan sertifikasi ulang mencapai 100 persen tanpa keterlambatan.
Selain meningkatkan efisiensi, pengelolaan perizinan melalui SYNERGY juga bertujuan memastikan seluruh operasional perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Atas keberhasilan tersebut, Pertamina meraih Special Achievement in GIS (SAG) Award 2026 dari Esri Inc., penghargaan internasional yang diberikan kepada organisasi dengan inovasi dan dampak luar biasa dalam pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS). Penghargaan diserahkan pada ajang Esri User Conference 2026 di San Diego, California, Amerika Serikat, pada 17 Juli 2026.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan dunia atas pemanfaatan teknologi geospasial dan kecerdasan buatan yang mampu memberikan nilai nyata bagi bisnis perusahaan.
“Penghargaan Esri SAG Award 2026 merupakan pengakuan dunia atas keberhasilan Pertamina memanfaatkan teknologi geospasial dan kecerdasan buatan untuk menciptakan nilai nyata bagi bisnis. Transformasi yang kami lakukan tidak hanya meningkatkan kepatuhan dan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengambil keputusan strategis secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data,” ujar Agung.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut inovasi berbasis kecerdasan buatan telah menjadi bagian penting dalam proses bisnis Pertamina dan menjadi bukti daya saing inovasi digital perusahaan di tingkat global.
“Pengakuan dari Esri ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina sekaligus Indonesia. Penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi karya anak bangsa mampu bersaing dan memperoleh apresiasi di tingkat global. Yang terpenting, transformasi digital geospasial yang kami lakukan menghasilkan manfaat nyata berupa peningkatan tata kelola, penguatan kepatuhan, efisiensi operasional, mitigasi risiko, serta penciptaan nilai bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Baron.
Dalam ajang tersebut, Pertamina juga memaparkan perjalanan transformasi digital geospasial perusahaan melalui presentasi bertajuk “From Compliance to Intelligence: Pertamina’s Geospatial Transformation Journey through SYNERGY, GeoAI, and SIMA Pro.” Presentasi itu mengulas pengembangan kapabilitas geospasial mulai dari digitalisasi perizinan melalui SYNERGY, pemanfaatan GeoAI, hingga pengelolaan aset korporat berbasis geospasial melalui SIMA Pro.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi digital berkelas dunia untuk mendukung pengambilan keputusan strategis, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola aset, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

















