Jakarta, UpdateKini – Bagi sebagian masyarakat perkotaan, listrik mungkin dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Namun bagi banyak keluarga di pelosok Indonesia, hadirnya listrik menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan.
Lampu yang menyala di malam hari bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka kesempatan belajar bagi anak-anak, memperpanjang waktu usaha bagi pelaku ekonomi kecil, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Sepanjang tahun 2025, PT PLN (Persero) mencatat penambahan 3,3 juta pelanggan baru. Dengan capaian tersebut, total pelanggan PLN di seluruh Indonesia kini mencapai 96,2 juta pelanggan.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai program perluasan akses listrik, mulai dari Program Listrik Desa (Lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga program Light Up The Dream (LUTD) yang berasal dari donasi para pegawai PLN.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan perluasan akses listrik merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
“Dukungan Pemerintah yang kuat menjadi fondasi penting bagi PLN untuk menjalankan mandat menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Listrik bukan sekadar energi, tetapi menjadi penggerak produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bertambahnya pelanggan listrik menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan dasar yang sangat penting bagi kehidupan modern. Kehadiran listrik juga berkontribusi terhadap tumbuhnya aktivitas ekonomi dan dunia usaha.
Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah pelanggan di berbagai segmen. Pelanggan rumah tangga bertambah 2,74 juta menjadi 87,40 juta pelanggan. Sementara pelanggan bisnis meningkat 8,8 persen menjadi 5,60 juta pelanggan dan pelanggan industri melonjak 18,6 persen menjadi sekitar 300 ribu pelanggan.
Peningkatan tersebut menjadi gambaran bahwa listrik kini tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi penopang kegiatan ekonomi, produksi, dan investasi di berbagai daerah.
Di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses energi, kehadiran listrik sering kali menjadi titik awal tumbuhnya usaha-usaha baru. Warung dapat beroperasi lebih lama, pelaku UMKM dapat menggunakan peralatan produksi yang lebih modern, dan layanan publik dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, akses listrik juga membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman pada malam hari, sementara sekolah dan fasilitas pendidikan dapat memanfaatkan teknologi untuk menunjang proses pembelajaran.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses energi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya tersebut sejalan dengan target pemerataan pembangunan nasional agar manfaat kemajuan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Ke depan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan, meningkatkan keandalan pasokan, serta memperluas jangkauan layanan. Sebab di banyak tempat, ketika listrik hadir, bukan hanya lampu yang menyala, tetapi juga harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
















