Bangka Barat, UpdateKini – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menegaskan pentingnya ketangguhan dalam menghadapi tantangan lingkungan yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga, melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Hal itu disampaikan Noni Hidayat Arsani saat Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana yang digelar TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang terselenggara berkat sinergisitas antara TP-PKK dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel tersebut merupakan langkah strategis dalam mengampanyekan kesiapsiagaan bencana berbasis keluarga, sekaligus mewujudkan masyarakat pesisir yang tangguh dalam menghadapi bencana.
Dalam sambutannya, Noni mengatakan Desa Belo Laut memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Namun, desa tersebut dihadapkan dengan tantangan lingkungan yang besar, yakni ancaman sampah kiriman laut dan risiko bencana seperti banjir rob.
Ia menekankan, pentingnya ketangguhan dalam menghadapi tantangan lingkungan tersebut, dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga, melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“PHBS harus dipraktikkan atas dasar kesadaran, mulai dari tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Menurut dia, lingkungan yang bersih akan berdampak langsung pada kesehatan, kelestarian ekosistem laut, hingga kestabilan ekonomi nelayan.
Lebih lanjut, Noni menekankan kepada kader PKK di lapangan untuk mengakselerasi beberapa poin penting PHBS, di antaranya penghentian buang air besar sembarangan, manajemen sampah rumah tangga, serta kesehatan keluarga dan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Noni menjelaskan peran PKK tidak hanya berfokus di ranah domestik saja, melainkan sangat kompleks dalam mendukung peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat situasi darurat.
“PKK aktif berperan serta membantu BPBD dalam menciptakan masyarakat tangguh bencana, apalagi saat situasi darurat, mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana. Semoga sinergitas ini semakin erat,” jelasnya.
Noni Hidayat Arsani berharap melalui pelaksanaan kegiatan tersebut dapat tercipta keluarga-keluarga pesisir di Desa Belo Laut yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga cerdas, sigap, dan tangguh dalam menghadapi potensi ancaman bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Babel, Sandyaji, serta Kepala Desa Belo Laut, Ibnu.
















