Scroll untuk baca artikel
KesehatanRegional

Pemprov Jateng Kebut Pembangunan 12 SPAM untuk Perluas Akses Air Bersih

×

Pemprov Jateng Kebut Pembangunan 12 SPAM untuk Perluas Akses Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Purbalingga, UpdateKini – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas akses air bersih bagi masyarakat melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah daerah. Sepanjang 2026, Pemprov Jateng membangun 12 SPAM sebagai upaya mengatasi keterbatasan akses air bersih, khususnya di wilayah yang kerap mengalami kekeringan.

 

Salah satu SPAM yang telah beroperasi berada di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Kehadiran jaringan perpipaan tersebut mengakhiri krisis air bersih yang selama bertahun-tahun dialami warga. Sebanyak 97 kepala keluarga kini dapat menikmati aliran air bersih langsung ke rumah, setelah sebelumnya harus mengandalkan tampungan air hujan atau membeli air dari mobil tangki.

 

Kepala Desa Kutabawa, Budiyono, mengatakan persoalan air bersih semakin parah setelah banjir bandang sekitar lima bulan lalu merusak jaringan pipa yang sebelumnya menyalurkan air dari Desa Serang ke Desa Kutabawa.

 

“Sebelum ada bencana, air bersih kami ambil dari desa sebelah. Setelah terjadi bencana, pipanya hilang sehingga distribusi air terputus,” ujar Budiyono, Rabu (15/7/2026).

 

Menurutnya, sebelum SPAM dibangun, satu keluarga harus mengeluarkan biaya antara Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1 juta setiap bulan untuk membeli air bersih. Kini, warga hanya membayar iuran perawatan jaringan sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per bulan.

 

Budiyono juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya pernah dilakukan untuk mengatasi krisis air, termasuk pengeboran sumur hingga kedalaman 105 meter. Namun, sumber air tetap tidak ditemukan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan pembangunan SPAM merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi untuk memperluas layanan air bersih di daerah yang mengalami keterbatasan sumber air.

 

Pada 2026, enam SPAM telah selesai dibangun, yakni di Desa Kutabawa dan Desa Cipaku (Kabupaten Purbalingga), Desa Penakir dan Desa Gunungsari (Kabupaten Pemalang), Desa Margosari (Kabupaten Wonosobo), serta Desa Bandongan (Kabupaten Magelang).

 

Adapun enam SPAM lainnya masih dalam proses pengadaan melalui LPSE, yakni di Desa Bejarum (Kabupaten Wonosobo), Desa Ragatunjung (Kabupaten Brebes), Desa Ginandong (Kabupaten Kebumen), Desa Karangkemojing (Kabupaten Banyumas), serta Desa Pandanarum dan Desa Bondolharjo (Kabupaten Banjarnegara).

 

“Pembangunan SPAM merupakan langkah konkret pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih yang layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan,” ujar Henggar.