Scroll untuk baca artikel
KesehatanRegional

“Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat”, Inovasi Posyandu Surakarta Perkuat Layanan Kesehatan Mental

×

“Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat”, Inovasi Posyandu Surakarta Perkuat Layanan Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini

Surakarta, UpdateKini – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengapresiasi inovasi layanan kesehatan mental di Posyandu Kota Surakarta yang mengusung tagline “Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat”. Layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat sekaligus memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan terpadu.

 

Apresiasi itu disampaikan Nawal usai meninjau Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) RW 6 Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Kamis (16/7).

 

Menurut Nawal, layanan kesehatan mental tersebut didampingi sejumlah psikolog. Warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke puskesmas maupun rumah sakit jiwa.

 

“Kalau misalnya teridentifikasi membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka kemudian dirujuk ke puskesmas ataupun ke rumah sakit jiwa. Dan ini ada di setiap Posyandu di Kota Surakarta. Luar biasanya lagi, untuk kesehatan mental ini ada taglinenya, yakni ‘Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat’. Curhatmu berarti kesehatan jiwa itu penting,” ujarnya.

 

Selain layanan tatap muka, masyarakat juga dapat mengakses layanan kesehatan mental melalui pemindaian barcode yang tersedia di Posyandu. Barcode tersebut memuat jadwal Posyandu di Kota Surakarta serta informasi psikolog yang dapat memberikan layanan konsultasi secara daring maupun luring.

 

Nawal juga mengapresiasi integrasi data yang diterapkan Posyandu RW 6 melalui website Posyandu. Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai data masyarakat, seperti data lansia, ibu hamil, hingga aduan warga yang dapat ditindaklanjuti oleh dinas terkait dalam satu sistem.

 

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut dapat diterapkan di Posyandu lain sesuai kebutuhan masing-masing wilayah sehingga Posyandu 6 SPM benar-benar mampu memberikan pelayanan yang menyeluruh kepada masyarakat.

 

Ia menambahkan, layanan Posyandu juga terintegrasi dengan program Kecamatan Berdaya yang menjadi program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

 

“Maka, Dinas Sosial juga memiliki Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) untuk bagaimana integrasi data, dan untuk bantuan-bantuan yang kemudian bisa diintegrasikan di kabupaten/kota,” pungkas Nawal.