Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Tak Semua Harus Mondok, PTNQ Palembang Sediakan Jalur Non Mukim bagi Santri Kota

×

Tak Semua Harus Mondok, PTNQ Palembang Sediakan Jalur Non Mukim bagi Santri Kota

Sebarkan artikel ini

Palembang, UpdateKini – Pendidikan pesantren identik dengan kehidupan di asrama atau mondok. Namun, Yayasan Pesantren Tahfizh Nurul Qur’an (PTNQ) Palembang menghadirkan alternatif bagi masyarakat perkotaan melalui program santri non mukim yang memungkinkan peserta didik tetap mendapatkan pendidikan pesantren tanpa harus tinggal di asrama.

Program tersebut menjadi salah satu keunggulan PTNQ Palembang yang kembali membuka penerimaan santri baru gelombang kedua untuk jenjang SMP dan SMA dengan kuota terbatas sebanyak 100 santri.

Pembina Yayasan PTNQ Palembang, Dr. Ir. H. Maulid Muhammad Iqbal, M.S., mengatakan bahwa pihaknya menyediakan dua pilihan bagi santri umum, yakni mukim dan non mukim.

“Untuk santri berbayar ada dua jenis, yakni mukim dan non mukim. Yang mukim adalah santri yang tinggal di asrama, sementara bagi santri yang tinggal tidak jauh dari pesantren atau masih berada di wilayah Palembang tidak diwajibkan untuk mukim,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan berbasis pesantren kepada anak-anak mereka tanpa harus memisahkan anak dari lingkungan keluarga.

Selain itu, jalur non mukim juga dinilai mampu meringankan biaya pendidikan karena santri tidak dikenakan biaya pemondokan.

“Dan itu biayanya lebih murah,” katanya.

Meski tidak tinggal di asrama, santri non mukim tetap mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran yang sama, termasuk program tahfizh Al-Qur’an yang menjadi fokus utama pesantren.

Muhammad Iqbal menjelaskan, PTNQ Palembang tidak berorientasi pada jumlah santri semata, melainkan lebih mengutamakan kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

“Kami tidak mengejar jumlah santri, tetapi lebih mengutamakan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter santri,” jelasnya.

Pesantren yang berdiri sejak tahun 2015 tersebut kini telah terakreditasi B dan didukung berbagai fasilitas penunjang pendidikan, mulai dari ruang kelas ber-AC, laboratorium komputer dan sains, perpustakaan, lapangan olahraga, masjid, aula pertemuan hingga area parkir yang luas.

Selain membuka jalur umum, PTNQ Palembang juga tetap menjalankan program pendidikan gratis bagi santri yatim piatu dan dhuafa. Melalui sistem tersebut, keberadaan santri umum turut mendukung keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

“Orang tua yang menyekolahkan anaknya di PTNQ Palembang berarti juga ikut membantu pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa,” ungkapnya.

Pendaftaran gelombang kedua dibuka hingga menjelang tahun ajaran baru atau sekitar Agustus mendatang. Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia melalui nomor 0821-8256-3004 atau 0896-0153-9400. (*)