Palembang, UpdateKini – TP PKK Kota Palembang terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan fokus pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil berisiko stunting yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, di Balai Kecamatan Gandus, Selasa (9/6/2026).
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari data Aplikasi SIGIZI Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Palembang yang menunjukkan masih adanya ibu hamil dengan risiko tinggi mengalami masalah gizi.
Dewi mengatakan, pencegahan stunting tidak bisa menunggu hingga anak lahir. Menurutnya, intervensi harus dilakukan sejak masa kehamilan agar calon bayi memperoleh asupan gizi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Distribusi PMT ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan biasa. Ini adalah strategi terpadu untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, memperkuat edukasi kesehatan, serta memastikan tumbuh kembang janin yang optimal,” ujarnya.
Sebanyak 179 ibu hamil berisiko stunting yang tersebar di 18 kecamatan menjadi sasaran program tersebut. Di Kecamatan Gandus sendiri terdapat 11 ibu hamil yang masuk dalam kategori penerima manfaat.
Bantuan pangan bergizi berupa susu dan telur akan disalurkan secara berkala selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026. Kedua bahan pangan tersebut dipilih karena mengandung protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk mencegah Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil.
Data menunjukkan angka stunting di Kota Palembang mengalami penurunan dari 157 balita pada 2025 menjadi 139 balita pada April 2026. Meski demikian, TP PKK menilai upaya pencegahan harus terus diperkuat agar tren positif tersebut dapat dipertahankan.
Dewi menegaskan keberhasilan program tidak terletak pada seremoni, melainkan pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Ia juga mengapresiasi sinergi kader PKK, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Sinergi dan kolaborasi inilah kunci keberhasilan kita. Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya demi menjaga kesehatan ibu dan bayi yang dikandung,” pungkasnya. (*)
















