Oleh: Alfuadi Imami, S.Pd.
(Sekretaris Umum Badko Inspira Sumsel)
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumsel terhadap oknum Dinas Pendidikan dan belasan Kepala Sekolah Dasar di Banyuasin menjadi pemicu alarm keras bagi kita semua. Kasus dugaan pemerasan fee anggaran Dana Revitalisasi Sekolah APBN 2026 ini bukan sekadar tindak pidana korupsi biasa, melainkan pengkhianatan terhadap masa depan generasi muda dan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.
Sebagai bagian dari elemen pemuda yang fokus pada transparansi dan pembangunan daerah, Badko Inspira Sumsel memandang bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum koreksi total atas tata kelola birokrasi dan sistem pengawasan anggaran di daerah.
Tiga Catatan Krusial Badko Inspira Sumsel.
1. Usut Tuntas hingga Aktor Intelektual
Penetapan tersangka terhadap oknum staf Dinas Pendidikan Banyuasin tidak boleh dijadikan titik akhir penanganan perkara. Kami mendesak Polda Sumsel untuk mendalami alur komando dan potensi keterlibatan pejabat struktural di tingkat atas. Praktik pemotongan dana sekolah secara sistematis sulit dibayangkan terjadi tanpa adanya koordinasi, pembiaran, atau arahan dari pembuat kebijakan.
2. Hentikan Intimidasi, Lindungi Kepala Sekolah
Dalam banyak kasus, para kepala sekolah berada di posisi yang sangat rentan—ditekan oleh oknum birokrasi untuk menyetor fee demi keamanan jabatan atau kelancaran pencairan dana. Pemkab Banyuasin dan aparat penegak hukum harus membangun mekanisme pengaduan (whistleblowing system) yang aman agar para pendidik tidak terus-menerus menjadi korban pemerasan atau terjerat praktik penyimpangan akibat tekanan sistemis.
3. Evaluasi Total Tata Kelola Anggaran Pendidikan
Proses pengadaan dan pengelolaan bantuan sekolah berbasis digital seharusnya menutup celah suap. Namun, fakta adanya transaksi ilegal ini membuktikan bahwa pengondisian manual di luar sistem masih marak terjadi. Harus ada audit terbuka dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek infrastruktur pendidikan di Banyuasin.
Penutup
Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Ketika dana perbaikan fasilitas belajar anak-anak justru dipangkas demi kepentingan personal dan kelompok, maka yang paling dirugikan adalah masa depan Sumatera Selatan.
Badko Inspira Sumsel berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas, transparan, dan berkeadilan. Kami mengajak seluruh elemen kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penggunaan anggaran publik demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih di Sumsel.

















