Bangkalan, UpdateKini – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus memperkuat komitmen dalam mengembangkan sektor pertanian melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Hal itu ditunjukkan saat Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama Wakil Bupati Moch. Fauzan Ja’far menghadiri kegiatan Petik Melon Agroekoteknologi di lahan pertanian Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Senin (13/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Lukman Hakim mengapresiasi keberhasilan Universitas Trunojoyo Madura membudidayakan tanaman melon yang tumbuh dengan baik di wilayah Bangkalan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi pengembangan sektor pertanian.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan akan terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi terus diperkuat agar mampu melahirkan berbagai inovasi di bidang pertanian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, Bupati juga menekankan bahwa upaya mewujudkan kemandirian pangan akan diperkuat melalui optimalisasi potensi kelautan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bangkalan tengah menyiapkan pengembangan Kampung Nelayan sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Lebih lanjut, Bupati berharap lahan-lahan kosong yang dimiliki Universitas Trunojoyo Madura dapat dimanfaatkan secara produktif untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian. Menurutnya, pengelolaan lahan tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi yang lebih luas, termasuk melibatkan Batalyon yang berada di Kabupaten Bangkalan.
Melalui kegiatan Petik Melon Agroekoteknologi ini, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

















