Jambi, UpdateKini – Sertifikasi halal Malaysia menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipahami pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memperluas pasar ke Negeri Jiran. Selain kualitas produk, pemenuhan standar halal menjadi salah satu pintu masuk untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Malaysia.
Hal tersebut mengemuka dalam webinar UMKM Go Global: Strategi Menembus Pasar Ekspor Asia Tenggara Seri 1 – Malaysia yang diselenggarakan Rumah BUMN Jambi bersama Blantika Academy, Senin (8/6). Kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut diikuti 94 peserta dari berbagai daerah yang ingin memperdalam pengetahuan mengenai peluang ekspor ke Malaysia.
Dalam webinar tersebut, peserta memperoleh berbagai informasi mengenai peluang pasar Malaysia yang masih terbuka lebar bagi produk Indonesia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 36 juta jiwa dan nilai impor makanan serta minuman mencapai sekitar USD10 miliar per tahun, Malaysia menjadi salah satu pasar potensial bagi UMKM yang ingin naik kelas ke tingkat internasional.
Selain membahas peluang pasar, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai sertifikasi halal Malaysia serta tren konsumen yang semakin menyukai produk sehat dan alami. Kondisi tersebut membuka peluang bagi berbagai produk unggulan Jambi seperti kopi specialty, madu murni, kayu manis Kerinci, teh herbal, hingga aneka camilan berbasis rempah.
General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Diksi Erfani Umar, mengatakan pengembangan kapasitas UMKM menjadi salah satu fokus PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Melalui Rumah BUMN Jambi, PLN secara konsisten menghadirkan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa teknologi mampu menghapus batas geografis, sehingga pelaku usaha tetap dapat belajar dan berkembang dari mana saja,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID S2JB, Iwan Arisetyadi, menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin besarnya kesadaran UMKM untuk mempersiapkan diri menghadapi pasar global.
“Antusiasme peserta menjadi sinyal positif bahwa UMKM Jambi memiliki semangat kuat untuk terus belajar. Rumah BUMN Jambi akan terus menjadi ruang pembelajaran dan pendampingan agar semakin banyak UMKM binaan yang mampu memperluas pasar dan menembus pasar ekspor,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Rumah BUMN Jambi akan menyiapkan program pendampingan ekspor yang lebih terstruktur, mulai dari pengukuran kesiapan ekspor, validasi pasar, hingga fasilitasi pertemuan bisnis dengan calon mitra di Malaysia.
















