Jakarta, UpdateKini – Dokter sekaligus pegiat kesehatan, dr Tirta, menyarankan para perokok yang belum mampu menghentikan kebiasaannya untuk mulai rutin berolahraga. Menurutnya, aktivitas fisik dapat menjadi langkah awal yang membantu seseorang menyadari dampak rokok terhadap kondisi tubuh hingga akhirnya terdorong berhenti merokok.
Hal itu disampaikan dr Tirta dalam podcast yang tayang di kanal YouTube CH_PointPenting pada 4 Juli 2026.
Dalam perbincangan tersebut, dr Tirta mengaku dirinya berhenti merokok pada 2022 setelah 17 tahun menjadi perokok. Ia mengatakan keputusan tersebut lahir dari kesadaran pribadi, bukan karena dipaksa atau dinasihati orang lain.
“Berhentinya karena kesadaran. Mau dibilangin siapa pun, dia (perokok.red) akan tetap keras kepala. Nah, aku berhenti itu karena kesadaran,” kata dr Tirta.
Ia menceritakan, kesadaran itu mulai muncul setelah rutin bersepeda dan mempersiapkan diri mengikuti lomba lari 10 kilometer. Saat mencoba tidak merokok selama dua pekan sebelum perlombaan, ia merasakan peningkatan performa, mulai dari catatan waktu lari yang lebih baik hingga detak jantung saat istirahat yang berangsur menurun.
Karena itu, dr Tirta mengimbau para perokok yang masih kesulitan berhenti untuk mulai membiasakan diri berolahraga. Menurutnya, latihan kardio secara rutin dapat membantu mengurangi dampak buruk rokok terhadap tubuh sekaligus mendorong kesadaran untuk meninggalkan kebiasaan tersebut.
“Buat para perokok yang belum bisa berhenti, setidaknya olahraga dulu supaya tahu kondisi fisiknya. Jadi nanti lama-kelamaan dia akan sadar sendiri,” terangnya.
Ia juga menyoroti bahaya paparan asap terhadap kesehatan paru-paru. Menurutnya, dampak buruk tidak hanya berasal dari rokok konvensional, tetapi juga vape, pods, hingga polusi udara.
“Pokoknya asap yang masuk ke paru, rokok, polusi, vape, pods itu efeknya sama semua. Bagiku sama semua. Jadi dia nggak ngerokok, tapi dia tinggal dekat di daerah berpolusi, sama aja,” ujar dr Tirta.

















