Palembang, UpdateKini – Women Crisis Center (WCC) Palembang menggelar sosialisasi penggunaan pembalut kain ramah lingkungan Cindo-Pads kepada masyarakat saat kegiatan Car Free Day di KIF Park Kambang Iwak, Palembang, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan perempuan mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), khususnya kesehatan menstruasi.
Direktur WCC Palembang, Yessy Ariyani, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari kolaborasi WCC Palembang bersama Rumah Berlindung Palembang. Menurutnya, edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada perempuan usia produktif mengenai cara menjaga kesehatan menstruasi dengan sehat, aman, dan nyaman.
“Kami ingin memastikan bahwa para perempuan tidak hanya memahami hak-hak mereka dalam hal kesehatan reproduksi, tetapi juga mengetahui pilihan-pilihan produk yang dapat mendukung kesehatan mereka dengan lebih baik,” ujar Yessy.
Dalam kegiatan tersebut, WCC Palembang memperkenalkan pembalut kain Cindo-Pads sebagai alternatif produk kesehatan menstruasi yang dapat digunakan berulang kali. Selain lebih ramah lingkungan, pembalut kain dinilai lebih ekonomis karena dapat dipakai kembali setelah dicuci sesuai petunjuk penggunaan.
Menurut WCC Palembang, penggunaan pembalut kain juga diharapkan dapat membantu mengurangi limbah plastik dari pembalut sekali pakai sekaligus menjadi pilihan bagi perempuan yang memiliki keterbatasan akses terhadap produk kesehatan menstruasi.
Selain memperkenalkan Cindo-Pads, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi, mengganti pembalut secara teratur, serta mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan reproduksi yang perlu diwaspadai. Edukasi tersebut diberikan sebagai upaya mengurangi mitos dan stigma yang masih berkembang di masyarakat terkait menstruasi.
Kegiatan sosialisasi juga menjadi ruang diskusi bagi masyarakat untuk bertanya mengenai penggunaan dan perawatan pembalut kain. Salah seorang peserta, Fairuz, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Saya baru tahu kalau pembalut kain itu bisa dipakai ulang dan lebih aman untuk kesehatan. Ini sangat membantu saya dan teman-teman supaya lebih percaya diri saat menstruasi,” katanya.
WCC Palembang menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap produk kesehatan, tetapi juga pemahaman yang benar mengenai tubuh dan hak-hak perempuan. Melalui sosialisasi ini, WCC Palembang mengajak seluruh pihak mendukung pemenuhan hak kesehatan reproduksi agar perempuan menjadi lebih sehat, berdaya, dan terlindungi.

















