Jakarta,UpdateKini – Telapak tangan yang sering berkeringat kerap dikaitkan dengan kondisi jantung yang lemah. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Dokter Tirta menegaskan bahwa anggapan hiperhidrosis atau telapak tangan yang sering berkeringat sebagai pertanda penyakit jantung merupakan mitos.
Dalam tayangan di kanal YouTube @TirtaPengPengPeng yang tayang pada Minggu (2/8), dr. Tirta menjelaskan bahwa hiperhidrosis adalah kondisi ketika aktivitas saraf simpatis bekerja secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan telapak tangan maupun telapak kaki mengeluarkan keringat lebih banyak.
“Hiperhidrosis itu adalah sebuah kondisi ketika aktivitas saraf simpatisnya berlebihan. Salah satu dampaknya adalah telapak tangan dan telapak kaki menjadi berkeringat,” jelasnya.
Ia mengatakan, penderita hiperhidrosis sebaiknya memeriksakan diri ke dokter apabila kondisi tersebut sudah sangat mengganggu aktivitas, misalnya hingga telapak tangan terus-menerus basah atau bahkan keringat menetes.
“Kalau hiperhidrosis terlalu mengganggu, misalnya sampai netes-netes, itu harus dicek ke dokter penyakit dalam atau dokter saraf. Tetapi bukan merupakan gejala penyakit jantung,” ujar dr. Tirta.
Menurutnya, mitos tersebut muncul karena serangan jantung memang dapat disertai keringat dingin. Namun, keringat dingin pada serangan jantung biasanya terjadi bersamaan dengan gejala lain, seperti nyeri hebat di dada sebelah kiri yang menjalar ke bahu, punggung, lengan, hingga telapak tangan.
Akibatnya, banyak orang kemudian menyimpulkan bahwa telapak tangan yang sering berkeringat identik dengan penyakit jantung.
“Orang-orang awam taunya, ‘Wah, ini nyeri terus keringat dingin,’ akhirnya muncullah telapak tangan keringat dingin sama dengan sakit jantung. Tetapi kalau dikatakan hiperhidrosis adalah lemah jantung, itu mitos,” tegasnya.
















